AES 1404 Heatstroke
joefelus
Sunday May 11 2025, 11:24 AM
AES 1404 Heatstroke

Kemarin kegiatan menulis saya tidak lancar. Pagi saya memang sudah mulai dan hampir selesai tapi saya tunda sejenak karena ada yang harus saya kerjakan, yaitu naik ke atap untuk memasang photocell yang nantinya akan saya operasikan ketika tidak berada di rumah selama beberapa minggu.

"Mumpung belum panas." Kata saya pada Nina.

Ternyata Saya harus membuka genteng dan itu memakan waktu lama sekali. Yang tadinya saya perkirakan hanya sekitar 30 menit, akhirnya berakhir selama berjam-jam.

"Pak pakai topi sama baju lengan panjang!" Kata seorang ibu yang sedang menunggu material bangunan yang tengah bolak-balik diangkut oleh suaminya dengan motor masuk ke kampung belakang melalui gang yang ada di samping rumah saya. Kompleks kami memang memberikan akses jalan sebuah gang sehingga penduduk di kampung belakang tidak harus berputar-putar jauh untuk mencapai jalan besar. Memang risikonya kompleks kami jadi ramai dengan motor yang berlalu lalang, tapi kami juga jadi punya banyak tetangga yang kalau pagi berolah raga jalan kaki turun naik di jalan kompleks yang curam.

"Tanggung, Mbak. Mudah-mudahan sebentar lagi selesai." Kata saya.

Keringat saya bercucuran deras. Saya beranggapan urusan bekerja dibawah sinar matahari itu sudah biasa. Sejak kecil saya hobbynya macing ke laut lepas, mendayung perahu juga dulu saya pernah belajar. "Sudah biasa." Pikir saya, apalagi Bandung elevasinya jauh lebih rendah dari Fort Collins.

Saya terus melanjutkan pekerjaan saya, entah apa yang terjadi sepertinya ada yang tidak beres karena ternyata lampu jalan walau photocell sudah saya tutup tetap tidak menyala. Kemarin saya berhasil memasang di halaman belakang dan sangat simpel.

Matahari semakin terik dan sudah menjelang tengah hari, kepala saya mulai pening karena kepanasan dan juga pekerjaan tidak selesai-selesai. Ketika akan mengecheck sesuatu, saya bangkit dari duduk di atas kanopi dan saya merasa sangat limbung dan mual. Walau pekerjaan belum selesai, saya memutuskan untuk berhenti dan akan coba saya lanjutkan sore hari.

Semua peralatanan saya masukkan kedalam kantong dari kain yang saya bawa. Kanopi saya bersihkan dan saya segera turun. Saya istirahat berbaring di lantai dan minum minuman manis yang dingin. Mungkin tubuh saya kelelahan dan dehidrasi. Segala sesuatu terasa berputar, mual dan sakit kepla luar biasa. Sampai di situ saya sadar telah menganggap remeh pekerjaan ini. Memang sangat mudah, tapi jika memikirkan kemampuan tubuh, saya sudah tidak selincah dahulu, jadi butuh waktu lebih lama.

"Jo, diajakin Kus untuk makan siang sama-sama tuh." Kata sahabat saya melalui WA.

"Wah, saya ga berani nyupir keluar rumah nih. Kayanya kena heatstroke, tapi masang photocell di atap panas-panasan." Kata saya sambil masih berbaring di lantai dan langit-langit masih terasa berputar-putar. Entah kekuatan apa yang saya miliki sehingga dapat membaca dan menjawab WA dari sahabat saya tadi.

"Waaah Jo! Ingat umur atuh. Suruh orang masangin, jangan masang sendiri." Kata sahabat saya.

Memang saya setuju pendapat sahabat saya ini. Mungkin sudah waktunya saya mengurangi pekerjaan fisik semacam itu, naik-naik ke atap. "Untung engga semaput di atas." Kata sahabat saya itu lagi. Memang sih, jika tadi dibiarkan berlarut-larut ada kemungkinan saya bisa semaput. Kalau itu terjadi nanti satu kampung punya bahan gosip hahaha..

Seharian akhirnya saya beristirahat, banyak minum dan kebetulan ada 2 buah kelapa hijau, airnya katanya merupakan cairan elektrolit yang bagus. Tulisan yang saya mulai pagi hari tadi akhirnya terbengkalai, saya tidak lanjutkan karena tubuh uzur ini minta istirahat. Ada-ada saja!

Foto credit: palmharborpharmacy.com

You May Also Like