AES 1428 Lunas
joefelus
Sunday June 15 2025, 8:55 PM
AES 1428 Lunas

Saya mengigit sepotong tahu sumedang yang panas dan krispi ditemani lontong kecil, atau mugkin malah leupeut. Rasanya begitu nikmat apalagi ditambah gigitan cabe rawit. Tubuh luar biasa lelah setelah entah berapa jam saya sibuk berdiri di dapur, sejak bangun tidur hingga menjelang sore. Janji sudah saya lunasi, semua teman-teman yang bertamu dapat bergembira dan menikmati hari ini dengan banyak sekali makanan, baik yang saya buat maupun yang mereka bawa.

Saat ini saya sudah tidak ingin lagi melihat makanan yang saya buat, untungnya teman-teman dengan senang hati membungkus dan membawa pulang makanan yang tidak mampu kami habiskan. Saat ini justru saya craving makanan orang lain (hahaha, rasanya crave atau craving lebih enak dibaca daripada "ngidam"). Memikirkan makanan yang saya buat pada saat ini justru membuat saya mual.

Saya memang aneh, entah apakah terjadi pada orang lain atau tidak, yang jelas saya lebih memilih makanan yang dibuat orang lain daripada yang saya buat. Teman-teman dekat saya sudah tahu, waktu beberapa kali saya membuat panggang kalkun, teman teman makan kalkun, sementara saya makan nasi padang! Hahaha.. Nah hari ini juga demikian. Saya lebih berbahagia jika makanan yang tidak mampu dihabiskan dibawa pulang dan saya lebih memilih tahu Sumedang dan leupeut. Rasanya luar biasa dan saya tidak perlu repot memikirkan bagaimana menghabiskan makanan yang tersisa.

Tadi pagi, roti focaccia baru selesai dipanggang beberapa menit sebelum teman-teman datang. Wuih.. cukup tegang karena tiba-tiba gas habis dan ketika saya mengganti dengan tabung baru, tidak ada gas yang mengalir sampai-sampai saya minta tolong Pak Ono yang hanya dengan beberapa ketukan (sungguh hanya beberapa ketukan) kompor dan oven langsung menyala. Tubuh saya sudah penuh keringat karena putus asa, sebab seharusnya roti sudah selesai dipanggang sementara teman-teman 30 menit lagi akan tiba. Pak Ono memang sakti, begitu oven menyala, saya tunggu sebentar hingga suhu mencapai panas yang sempurna, langsung roti saya panggang. Hasilnya luar biasa, mengembang sangat tinggi dan krispi diluar tapi sangat empuk dan lebut di dalam, sesuai dengan yang saya inginkan.

"Makannya gimana, Jo? Mulut saya engga cukup lebar untuk bisa menggigit sandwich ini." Kata salah satu ibu dosen teman Nina.

"Nih liat udah dipencet supaya pas bisa masuk mulut, eh ngambang lagi." Sambungnya sambil menunjukkan roti lapis yang dia pegang.

Saya hanya tertawa. Saya tahu itu salah satu cara ibu ini menyampaikan pujian. Roti yang saya buat memang mengembang dengan luar biasa tinggi. Belum pernah saya membuat roti seberhasil kali ini. Sudah beberapa kali mencoba, akhirnya sekarang saya dapat merasa puas. Bahkan saya rasa roti ini jauh lebih empuk dan tebal dibanding Focaccia di Bakeshop waktu saya bekerja dahulu. Ini akan jadi resep kojo saya. Yang dibutuhkan hanya kesabaran! Sangt mudah tidak perlu mengeluarkan keringat ketika membuatnya. Kecuali kalau gas habis ditengah-tengah dan oven sulit menyala seperti tadi pagi! Hahaha..

Saya hanya ingin berbagi cerita saja, terutama tentang melunasi janji-janji saya untuk ngumpul bareng teman-teman di rumah. Semua ada 3 kelompok dan sudah saya lunasi semua. Sekarang adalah saatnya bersiap-siap, pertengahan minggu sesudah minggu depan, saya akan berangkat untuk bertemu dengan Kano. Ya, bulan ini adalah bulan yang penuh dengan kesibukan dan semuanya bagi saya sangat menyenangkan.