Saya bosan karena hari ini harus jaga rumah sementara ada dua orang tukang yang datang untuk melihat atap, beberapa waktu yang lalu saya melihat ada kebocoran kecil di kamar Kano jadi saya ingin segera memperbaikinya sebelum dia pulang kampung.
Saya sebetulnya sangat mengantuk karena semalam malah sulit tidur waau tubuh begitu lelah. Sekarang saya sangat mengantuk tapi karena ada pekerja di rumah, saya harus melakukan sesuatu agar tidak tertidur. Iseng saya menonton sesuatu di televisi dan justru yang tampil adalah baking marathon. Sambil menonton saya ikut membayangkan sensasi ketika mengolah adonan, menciptakan suasana walau hanya dalam benak saya bagaimana seantero rumah harum roti yang sedang dipanggang dan sebagainya. Tanpa sadar saya ke dapur, mengeluarkan bowl besar dan mulai mencampur air hangat dengan ragi, garam, minyak jaitun dan tepung. Ukurannya sudah hapal di luar kepala, tidak perlu melihat resep lagi karena sudah berkali-kali saya membuat roti ini.
Kemarin saya punya jamur portabella dan sudah saya bumbui dengan balsamic vinegar dan sebagainya. Ceritanya untuk disajikan pada tamu yang tidak makan daging. Karena beliau batal datang, maka lemari es saya masih menyimpan makanan ini. Hanya satu hal yang saya tidak miliki, yaitu roti. Jadi memang ada alasan mengapa saya membuat roti walau sebenarnya karena saya ingin sekali rumah harum dengan bau aroma roti yang dipanggang hahaha..
Benar saja, sesudah adonan saya diamkan selama 30 menit dan mulai dengan proses stretch and fold, mood saya terasa berubah drastis. Yang tadinya agak melow, lelah, tidak banyak senyum karena tubuh terus menerus meminta saya untuk memejamkan mata, sekarang dapur sudah penuh dengan aroma adonan roti. Saya tidak tahu hingga sekarang bahwa aroma ini sangat membuat ketagihan.
Saya mulai memanggang roti sejak mungkin lebih dari 25 tahun yang lalu. Kalau membuat cake mungkin sejak kecil ketika menemani ibu, tapi jika benar-benar memanggang roti ya sejak bekerja di kedai roti lapis. Saya memanggang ratusan roti setiap harinya bahkan pernah satu kali saya harus memanggang 2000 roti sehari semalam harus melakukan itu karena hanya memiliki 1 oven dengan 10 atau 12 rak, saya tidak ingat.
Saat ini rumah saya sudah sangat harum. Saya membuat roasted garlic yang nanti akan dijadikan toping roti saya dengan tambahan tomat cherry yang nanti saya pecah-pecah sehingga melebar dan memberikan warna merah, ditambah rosemary. Garlic dan rosemary saja sdah membuat perut saya lapar bergolak apalagi nanti roti yang memiliki tomat, rosemary, roasted garlic dan keju mozarella.
Untuk seorang pencinta makanan seperti saya, aroma makanan memiliki daya tarik yang luar biasa. Nah itu sudah satu hal, menyaksikan bagaimana adonan mengembang lalu tekstur yang berubah karena gluten yang terbentuk memberikan sensasi yang sulit dapat diceritakan. Cara mengolah adonan seperti yang sedang saya lakukan memang menyenangkan. Diawal adonan begitu lengket dan sama sekali tidak mulus, begitu didiamkan 30 menit dan melalui stretch and fold maka teksurnya perlahan-lahan berubah. Proses kedua masih agak lengket tapi sudah bisa sedikit ditarik (stretch), proses ketika sudah hampir tidak lengket dan terasa lembut ketika ditarik-tarik dan dilipat, sama sekai tidak ada resistance, yang keempat sudah terasa sangat menyenangkan. Adonan sangat lentur, lembut dan membuat gemas! Hahaha... Sesudah istirahat 30 menit nanti akan ditaruh di loyang lalu dibiarkan untuk mengembang terakhir kalinya selama 1 jam, dan kemudian ditekan-tekan serta digoyang-goyang yang istilahnya dimples and jiggles, diberi minyak dan topping lalu dipanggang selama sekitar 20 menit. Nah sampai disini, keharuman sudah memenuhi seluruh rumah, apalagi ketika saya mulai membuat roasted garlic dan rosmary.. Sulit diceritakan. Nah tidak heran jika saya menjadi begitu ketagihan bermain di dapur. Besok-bsok saya akan mencoba belajar membuat ciabatta. Prosesnya mirip hanya proporsi ingredientsnya berbeda dan juka tidak menggnakan banyak minyak seperti focaccia.