AES39 Bulat (2)
Kirana Kasih
Monday September 20 2021, 9:30 PM
AES39 Bulat (2)

Akhir-akhir ini, kami sedang sangat memperhatikan kucing. Karena beberapa kali baru saja terjadi kucing yang ditangkap, atau diberi racun, maupun tertabrak. Kami jadi sangat waspada, apalagi karena baru mengalami kehilangan kucing yang terbilang baru baru ini dua kali. Biasanya mereka akan pergi keluar rumah di pagi hari. Lalu masuk sendiri untuk tidur di rumah, dan kembali keluar di sore hari. 

Setelah kami perhatikan, Sunny memiliki satu kebiasaan ketika waktunya untuk keluar rumah. Dia selalu pergi ke jalan sebelah dan diam di satu mobil. Pokoknya, kalau ngga ada di sekitar rumah, kami langsung cek ke sana dan ternyata di sana lah dia. Sebelumnya dia suka berpindah-pindah rumah tapi selalu di jalan itu. Namun akhir-akhir ini dia selalu ada di mobil itu. 

Kami sendiri tidak mengetahui alasan dia memilih rumah yang itu. Karena rumah itu saat ini tidak ada penghuninya dan si penghuni meninggalkan mobilnya di sana. Lumayan tenang sih dia memilih tempat itu, karena setidaknya kemungkinan bahwa dia tertabrak lebih kecil. Satu hal yang jadi masalah adalah ketika harus menjemputnya. Biasanya sekitar jam 5 sampai 5.30, kami akan menjemput Sunny. Kalau lagi di bagian depan mobil sih gampang ngambilnya, tapi kalau lagi di atas mobil lumayan juga perjuangannya. Karena mobilnya lumayan tinggi dan sulit untuk menggapainya. Jadi dia harus dipancing dengan makanan dulu. Setelah berhasil diambil, hal sulit selanjutnya adalah menggendong kucing seberat antara  6-7 kg ke rumah yang tidak terlalu dekat. Belum lagi jika dia bergerak-gerak dan mau turun. 

Kalau sudah sampai di rumah, sebisa mungkin jangan sampai dia berhasil menyelinap ke luar. Jangan salah, walaupun gendut gitu, Sunny ini larinya sangat cepat. Dalam sekejap dia bisa langsung menghilang entah di mana. Belum lagi kalau malam hari, warna bulunya yang gelap terkadang jadi tidak terlihat. Untungnya dia gendut jadi kalau sembunyi pun ngga terlalu sulit menemukannya. 

Dia memang terkadang bikin kesal atau lelah dengan kelakuannya. Tapi separah apapun kelakuannya, aku tetap bisa memaafkannya dan terus menyayanginya. Karena waktu yang telah ia berikan untukku sampai saat ini sudah cukup berharga untuk menutupi kesalahannya.