Sore ini saya ingin mengalihkan pikiran pada hal-hal yang lebih santai dan tidak terlalu serius. Pikiran juga harus istirahat sebab butuh recovery apalagi selama seminggu, misalnya, terus menerus digunakan untuk melakukan pemikiran yang sangat serius. Hidup harus seimbang, bukan? Jangan serius terus, tapi harus ada selingan sekali-kali.
Nah, hampir dua minggu ini saya absen berolahraga karena lutut saya cidera. Seingat saya ini untuk kedua kalinya. Pertama ketika saya masih di Fort Collins dan terjadi ketika saya sedang berlari di jalan raya. Butuh waktu lumayan lama hingga sembuh bahkan saya sempat ke kantor dengan menggunakan tongkat. Rasa tidak nyaman kali ini saya rasakan sudah cukup lama, tapi kondisi kemudian semakin memburuk hingga saya sadar untuk berhenti sejenak dan mengistirahatkan kaki.
Dulu ketika pertama kali saya mengalami ini, dokter menyarankan RICE, yaitu rest, ice, compression dan elevation. Maksudnya saya harus beristirahat, bagian sakit dikompres dengan es, menggunakan knee decker dan mengangkat kaki ketika berbaring lebih tinggi dari jantung.
Banyak faktor yang dapat menyebabkan kondisi lutut saya ini. Bisa karena overuse, alias saya menggunakan terlalu banyak atau olahraga terlalu keras, bisa karena osteoarthritis karena pada usia saya memang tubuh sudah semakin mrotoli hahaha, bisa karena penyakit thyroid yang sayangnya memang saya idap, dan juga bisa saja karena menggunakan sepatu yang salah.
Baiklah, setelah dipikir-pikir, tampaknya saya memiliki sebagian besar penyebab kondisi ini. Kecuali sepatu. Dulu saya juga menggunakan sepatu tertentu yang sebetulnya bagi pelari, sepatu yang saya gunakan sangat ideal, hanya saja sepertinya struktur kaki saya sesudah diamati tidak cocok dengan model sepatu itu. Saya ganti merk dan selama bertahun-tahun lutut saya baik-baik saja hingga saya kembali ke tanah air. Karena saya hanya dapat membawa 2 pasang, saya mulai ber"hemat" sebab di tanah air yang namanya sepatu untuk berlari termasuk sangat mahal. Buat saya yang sudah pensiun, saya harus sungguh-sungguh berhati-hati. Karena memikirkan untuk berhemat akhirnya saya membeli sepatu lokal. Yang saya maksud lokal itu adalah sepatu bermerk tapi saya membelinya di Mangga Dua yang keaseliannya cukup dapat dipertanyakan hahahaha.. Bagaimana saya tidak curiga jika harganya tidak lebih dari 30% harga bila saya beli di toko resmi. Saya sama sekali tidak berpikir akan berakibat buruk bagi tubuh saya. Dan akibatnya memang harus saya tanggung selama 2 minggu ini. Program olahraga saya terbengkalai dan itu sangat tidak baik bagi kesehatan keseluruhan tubuh saya. Repot!
Akhirnya terpaksa sepatu simpanan saya harus dikeluarkan. Memang sudah tidak baru lagi tapi ini yang sangat cocok dengan struktur kaki saya. Siang tadi saya iseng main ke mall dan melihat jenis-jenis sepatu yang biasa saya gunakan. Saya hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala karena harganya luar biasa mahal kecuali yang merupakan type lama, ada yang diskon 20 hingga 40% tapi itupun sudah sangat mahal. Dengan uang sebesar harga sepatu diskon, saya bisa gunakan untuk makan sederhana selama 2 minggu jika masak sendiri! Untuk urusan ini menurut saya Indonesia sangat mahal jika dibandingkan dengan ketika saya di rantau. Di rantau saja saya harus berhati-hati ketika mengeluarkan biaya untuk sepatu, karena walau harga sangat terjangkau, tetap termasuknya mahal. 1 sepatu bisa untuk makan steak seberat 350 gram dengan kualitas daging USDA sebanyak 3 kali di restoran ternama. Nah di tanah air untuk sebagian orang harga sepatu olahraga ini bisa setara dengan 1 bulan gaji! Terus sesudah beli sepatu akan makan apa?
Ya sudah, sekarang saya memutuskan untuk mengikuti anjuran dokter dengan melakukan RICE, ini bukan nasi, melainkan rest, ice, compression dan elevation. Beli sepatu nanti saja kalau sepatu simpanan saya sudah tidak dapat digunakan lagi.
Foto credit: amazon.com
Pak sekarang ada POLICE, protection, optional loading, ice, compression, elevation. Lebih komplit nih hahahaha.. Lekas pulih ya😄
Nah kalo bu dokter yang bilang saya simak bener2 deh