AES 1516 Olahraga, Rangkuman Kehidupan
joefelus
Saturday November 8 2025, 8:34 AM
AES 1516 Olahraga, Rangkuman Kehidupan

Ini tulisan saya yang keempat hari ini. Sakti ya? Hahaha.. tidak juga, saya melakukan ini semata-mata karena "mati gaya" sebab saya seharian tidak dapat pergi kemana-mana, menunggui ayah yang sudah sangat sepuh. Untuk melewati waktu dan menghindari kebosanan tapi daripada saya membaca atau menonton berita tentang politik yang membuat gundah gulana, saya memilih menulis. Mohon jangan diomeli karena saya hanya menuliskan apa yang mampir di kepala dan tidak sungguh-sungguh memilih ide secara khusus.

Karena seharian bersama ayah, saya baru sempat berolahraga di malam hari sesudah makan malam. Tentunya sesudah memberikan jeda selang beberapa jam sebelum memulai karena saya tidak mau mual-mual dan mengeluarkan kembali isi perut. Olahraga saya hanya aerobik, berlari dan berjalan cepat di treadmill. Ini sangat nyaman karena tidak pernah terhalang kondisi cuaca di luar. Hujan badaipun saya masih bisa berolahraga. Satu hal penting lainnya, saya tidak perlu berhenti ngobrol dengan tetangga yang terus terang seringkali membuat saya terganggu karena heart rate saya langsung turun drastis.

Buat saya, berlari di treadmill itu yang paling berat karena tidak hanya berusaha menyelesaikan target jarak maupun waktu tapi juga harus mampu mengalahkan diri sendiri. Maksudnya bagaimana mengalahkan diri sendiri? Tubuh dan otak kita sepertinya memiliki insting untuk menghemat energy, atau bahasa awamnya (kata saya loh bukan kata para ahli hehehe) inginnya bermalas-malasan sehingga ketika berolahraga saya harus terus berupaya melawan agar tuntutan tubuh untuk berhenti tidak dituruti. Olahraga memang sangat menantang, kalau kita meyerah maka tidak akan pernah jadi sehat. Menurut pada ahli justru tubuh kita memang didisain untuk bergerak. Pergerakan katanya sangat penting untuk survival, hanya saja memang perlu istirahat untuk konservasi energy yang ada di tubuh.

Eniwei, dari 4 tempat olahraga yang biasa saya jalani yakni di rumah, di gym bersama pelatih dan kelompok, di gym sendirian dan di jalan raya. yang paling saya sukai sebenarnya di jalan raya karena selalu banyak yang dapat saya lihat. Banyak kejadian, distraksi bahkan pemandangan yang bisa saya nikmati sambil berlari sehingga tantangan bisa sedikit terlupakan, mangkanya saya bisa berlari10km non stop tanpa terasa karena sambil berlari saya bisa menikmati banyak hal. Berbeda halnya dengan menggunakan treadmill, seperti malam ini karena saya sebenarnya sudah lelah apalagi sesudah makan tubuh ini inginnya beristirahat bahkan tidak jarang saya tertidur.

Ketika mulai dengan berjalan, "niat" saya langsung diuji. "Gimana kalau hari ini istirahat saja?", "Ayolah cheating day, deh.", atau "Take it easy, hari ini setengah saja.", dan lain sebagainya. Nah, yang saya lakukan adalah memutar acara TV! Sambil berolahraga saya ditemani berbagai episode unggahan di youtube tentang beberapa orang bule jalan-jalan ke Indonesia. Saya bisa ikut tertawa bagaimana mereka tidak tahu bahwa martabak terang bulan itu besar ukurannya, ketika mereka memesan 5 kotak, langsung bingung bagaimana menghabiskannya. 1 episode bisa memakan waktu lama, tiba-tiba olahraga saya sudah lewat setengah dari target yang ingin dicapai.

Mendengarkan lagu itu juga bisa membantu tapi karena saya itu orangnya visual, sambil menonton atau melihat-lihat akan jauh lebih membantu. Jika tidak, berlari itu seperti sedang menjalani kehidupan. Di kilometer pertama saya mulai bertanya-tanya mengapa saya dilahirkan di dunia dan harus menghadapi beban ini (hahahaha), Kilometer kedua walau tubuh sudah beradaptasi dengan gerakan yang rutin saya mulai menyesali telah membuat berbagai keputusan, Kilometer ketiga saya kemudian mulai menggerutu bahwa hidup itu sangat sulit. Tidak ada distraksi memang sangat sulit, demikian juga dengan menjalani kehidupan apalagi ketika kita sedang menghadapi banyak tanggungjawab. Ketika kita dihadapkan dengan banyak masalah berat dan merasa semua kesulitan itu tidak ada ujungnya, kita mulai bertanya-tanya kapan ini semua akan berakhir. Nah itu yang biasa saya rasakan di kilometer-kilometer selanjutnya. Namun sedikit berbeda dengan hidup, yang kadang kita tidak pernah mengetahui kapan masalah kita berakhir, ketika berlari saya bisa tahu bahwa beberapa ratus meter lagi akan bisa berhenti, ini sedikit memberi semangat walau ketidak sabaran selalu menghantui karena tubuh ini memaksa saya untuk segera mengakhiri berbagai siksaan ini!

Itu berlari di treadmill. Tantangan dan godaan sangat berat! Lari di jalan raya menurut saya jauh lebih menarik. Entah sejak kapan, saya mempunyai kebiasaan berlari ketika mengunjungi kota lain. Seperti misalnya saya lari setiap pagi di Honolulu. Yang pertama saya menginap di sekitar Waikiki, nah itu seru sekali berlari ketika matahari belum terbit dimana toko-toko masih belum buka hingga menjelang matahari terbit saya sudah menunggu di tepi pantai. Perasaan segar dan damai yang luar biasa. Atau ketika di Port Townsend, kota kecil disebuah pulau di dekat Seattle. Saya bisa berlari sambil menikmati pemandangan samudra bahkan dapat melihat samar-samar Canada di cakrawala. Ini juga salah satu tempat favorit saya untuk berlari. Atau di seputar kampus University of Hawaii ketika untuk kedua kalinya saya berkunjung. Saya dapat belari sambil melamun tentang kehidupan saya lebih dari 20 tahun yang lalu ketika tinggal selama 5 tahun di salah satu gedung di kampus itu. Saya ingat berlatih silat bersama beberapa teman di halaman salah satu gedung di sana, dan lain sebagainya. Lari di jalan raya kadang tidak terlalu terasa beban hidupnya! Hahahaha..

Foto credit: abbott.com