AES 1547 Ngobrol Santai
joefelus
Wednesday December 17 2025, 7:54 AM
AES 1547 Ngobrol Santai

"Jo, pagi-pagi kok udah makan buah. Awas nanti sakit perut1" Kata ibu.

"Gapapa, Mom. Monyet makan buah pagi siang malem ga ada yang sakit perut, kok." Kata saya sambil cengengesan dan terus menikmati mangga yang baru saja saya kupas dan potong-potong. Saat itu memang masih pagi.

Orang tua jaman dahulu memang sering mengajarkan anak-anaknya berdasarkan entah apa. Mungkin ujar-ujar jaman kuno hahaha. Jaman saya kecil walau akses terhadap informasi masih sangat terbatas tidak segencar sekarang, masih bisa menggunakan logika. Bagi saya saat kecil, banyak hal-hal yang orang tua ungkapkan mengundang tanda tanya dan lumayan banyak saya tentang karena tidak masuk akal. Seperti misalnya tidak boleh makan kelapa karena nanti akan cacingan. Jangan duduk iatas bantal karena bisa bisulan dan lain sebagainya Hahaha..

Eniwei, pagi ini memang saya makan mangga untuk sarapan, semata-mata karena harus menghabiskan buah terakhir yang ada di lemari es supaya tidak busuk karena akan saya tinggal lebih dari 1 bulan lamanya. Entah mengapa ketika makan mangga langsung ingat ibu saya yang hampir selalu mengomentari segala hal tapi dengan banyak dalih-dalih yang aneh dan antik seperti makan buah di pagi hari. Padahal kalau tahu, makan buah-buahan di pagi hari itu sangat baik karena mengandung banyak serat, vitamin, cairan dan sebagainya walau memang tidak mendukung asupan protein dan lemak. Buah saja memang belum seimbang harus ditemani yang lain seperti yogurt dan oats dan kacang-kacangan yang biasa ditambahkan pada granola sehingga asupan karbohidrat, lemak, protein dan sebagainya lengkap.

Ngobrol tentang ibu saya. Akhirnya setelah hampir 20 tahun, sepertinya saya sudah mengalami closure. Ada sebuah ganjalan yang terus menerus mengganggu saya karena ketika Ibu saya meninggal dunia, saya tidak bisa pulang ke tanah air sebab sedang ditengah proses perawatan Kano yang mengalami masalah jantung dan harus ke rumah sakit 3 kali seminggu. Tidak mungkin saya pulang karena Nina tidak akan mampu menjalaninya sendirian harus naik bus kota beberapa kali ke rumah sakit di luar kota, mengurus Kano, tugas belajar dan lain sebagainya. Ibu saya memang sudah lama berjuang melawan kanker hati. Ganjalan karena tidak mendampingi dihari-hari akhir beliau seolah-olah terbayarkan ketika saya secara rutin membantu Ayah menjelang saat-saat akhir. Beban yang selama hampir 20 tahun saya tanggung ini akhirnya lepas. Saya merasa sangat ringan dan perasaan bersalah berangsur-angsur lenyap. Rasa kangen saya walaupun begitu belum benar-benar hilang karena saya "hutang" cerita pada beliau. Saya memang sangat dekat dengan ibu. Pernah saya cerita, walau sudah menikah ketika saya pulang ke rumah orang tua, saya memilih tidur di samping Ibu dan bisa ngobrol semalam suntuk hingga pagi hari. Dulu dari Hawaii saya sering mengirim surat karena saat itu email dan internet masih belum merambah ke semua lapisan masyarakat seperti sekarang. Sesekali saya membeli kartu telepon yang harganya sangat mahal untuk berbicara singkat dengan beliau, dan tidak jarang saya membuat filem, slides foto-foto dan sebagainya tentang pengalaman saya di rantau terutama yang berkaitan dengan Kano. Entah sudah ada berapa VCD yang saya kirim ke tanah air dari rantau. Nah ngobrol dengan cara seperti itu tidak sama dengan berbaring sambil ngobrol semalam suntuk. Itu yang sebenarnya saya kangeni. Ngobrol semalam suntuk itu tidak bisa digantikan dengan apapun.

Cara berkomunikasi antara Ibu dan saya menjadi semacam pondasi yang saya tiru dalam keluarga kecil yang saya jalani ini. Tidak semuanya sama tentunya. Pakem-pakem antik dan aneh tentunya tidak saya gunakan lagi. Ngobrol menjadi kebiasaan kami yang terus dipertahankan hingga sekarang walau Kano tinggal berjauhan. Kano dan kami beberapa kali dalam seminggu ngobrol menggunakan aplikasi Discord. Kemudahan jaman sekarang memang seolah-olah menghilangkan jarak. Ketika kami ngobrol seolah-olah kami duduk berdampingan sebab seringkali kami bertiga sibuk dengan kegiatan masing-masing sambil ngobrol. Nina bekerja, saya misalnya menulis sesuatu atau mengerjakan yang lain sementara Kano sedang mengerjakan tugas kuliahnya. Yang kami butuhkan hanya jaringan internet, kamera dan Laptop atau HP. Tidak jarang juga kami ngobrol ketika saya sedang nyupir dan Nina yang memegang HP. Komunikasi saat ini memang sangat mudah dengan bantuan teknologi. Rasa kangenpun dapat terobati, tidak seperti jaman dulu.

Hari ini memang obrolan saya hanya berkisar pada hal-hal yang santai. Saya sudah terlalu lelah selama berminggu-minggu dengan pengalaman luar biasa tentang hidup. Beberapa hari terakhir juga saya harus rehat dan tidak menulis karena mood saya terlalu gelap. Hari ini beda, saya akan melakukan perjalanan selama sekitar 6 minggu mengunjungi 2 benua. Mudah-mudahan akan dapat menyegarkan jiwa dan tubuh dan memulai tahun yang baru dengan lebih baik. Mudah-mudahan juga saya punya banyak cerita yang bisa dibagikan. Salam!

Foto credit: alamy.com

murdeani
@murdeani   4 months ago
Btw, soal kelapa dan cacingan, katanya makan buah kelapa tua memang untuk ngeluarin cacing kremi, jd bukan buahnya yg menyebabkan cacingan, tapi krn cacing yg udah ada lantas terbuang ke luar.

Semoga lancar perjalanannya om Jo... Sehat2 selalu... Pasti byk cerita menarik 😃