AES 1575 Tisu Gulung
joefelus
Saturday May 2 2026, 4:03 PM
AES 1575 Tisu Gulung

Lebih dari satu setengah bulan saya tidak menyentuh komputer. Saya juga tidak menulis. Ada semacam keinginan janggal untuk menjauh dari banyak hal yang selama ini biasa saya lakukan. Hingga saat ini juga saya tidak tahu mengapa. 48 hari itu bukan waktu yang pendek, namun untuk orang seusia saya, yang katanya waktu bergerak seolah-olah lebih cepat, 48 hari itu seolah-olah hanya sekelebat saja.

Beberapa waktu yang lalu saya menemukan sebuah kalimat yang lucu, tapi juga sekaligus menampar. Life is like toilet paper; it spins faster when it gets to the end. Hidup itu seperti tisu gulung yang berputar lebih cepat ketika sudah akan habis. Pernah melihat itu? Saya yakin semua pernah, tapi apakah pernah mengaitkan itu dengan kehidupan? Mungkin ada, tapi saya yakin kebanyakan tidak, seperti saya. Nah, waktu saya membaca kalimat di atas, saya sendiri tidak ingat sama sekali di mana menemukannya. Saya mulai tercenung.

Sudah beberapa kali saya menulis atau berbagi pengalaman tentang waktu. Memang benar, saya mengalami bahwa dengan bertambahnya usia, waktu terasa lebih cepat dibandingkan ketika kita masih kecil. Kala masih kecil, kita tidak peduli akan waktu, namun ketika kita mulai dewasa, waktu sering kali menjadi lawan untuk bersaing. Kita dikejar-kejar waktu untuk menyelesaikan tugas; kita dikejar waktu ketika harus lulus sekolah, bahkan ketika kita menikah, punya anak dan sebagainya. Siapa pernah ditanya dahulu ketika sekolah, "Kapan lulus?" Sesudah lulus kita ditanya kapan menikah, sesuah menikah ditanya kapan punya anak. Saya mengalami semua, bahkan ketika sudah menikah, saya terus-terusan ditanya soal anak, walau saya hidup di pulau kecil di tengah Samudra Pasifik. Ada surat datang dari Tanah Air menanyakan tanda-tanda kedatangan cucu. Hahaha.. ya kita diburu banyak hal, dan waktu sering tidak bersahabat.

Semua memang sudah berlalu, khususnya untuk saya. Sekarang memang saatnya menikmati masa istirahat, tapi ada banyak hal yang masih mengganjal dan perlu saya renungkan. Masa istirahat memang bukan berarti diam tanpa melakukan hal-hal yang berarti. Mungkin secara fisik saya jauh lebih banyak diam, tapi tidak demikian dengan perjalanan lainnya. Saya sedang memulai dengan hal baru yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Membiasakan diri dengan hidup tidak produktif juga tidak bisa dikatakan mudah. Kehilangan banyak hal, termasuk status, juga bukan hal yang mudah untuk dihadapi. Pergumulan ini membutuhkan banyak keseriusan. Ketakutan-ketakutan baru juga mulai timbul.

Hidup seperti tisu gulung menekankan bahwa waktu seakan-akan ngebut dan bergerak semakin cepat dengan bertambahnya usia, dan lebih parah lagi ketika mencapai usia tertentu, seperti halnya kertas tisu yang sudah hampir habis, bergeraknya pun semakin cepat. Nah, itu adalah sesuatu yang mengerikan bagi mereka yang masih belum selesai dengan berbagai hal. Ketika dikejar deadline pekerjaan atau tugas, tidak jarang kita melirik jam tangan dan berharap waktu dapat bergerak lebih lambat karena kita masih membutuhkan banyak waktu. Demikian juga dengan hidup.

Beberapa hari lagi saya akan "merayakan" hari jadi. Saya menulis merayakan dalam tanda kutip karena sebetulnya saya tidak benar-benar merayakan, tapi kali ini saya ingin mengingat sebab usia yang akan saya capai itu angka yang spesial hahaha. Satu hal, saya bisa pergi ke kantor KAI dan mendaftarkan diri hingga memperoleh potongan 50% jika membeli tiket. Itu bagian yang seru dan asyik, tapi saya semakin menyadari bahwa saat ini saya sudah harus mulai dapat melepaskan diri dari banyak keterikatan sehingga dapat berjalan lebih gontai dan santai. Ini adalah hal baru yang harus saya pelajari karena selama ini tidak pernah terbayang hingga saatnya tiba.

Yang sedikit berhasil saya rangkum saat ini adalah bahwa dengan cepatnya waktu bergerak, sudah selayaknya saya tidak membuang-buangnya dengan percuma; sudah saatnya lebih menghargai waktu tersisa yang saya masih miliki.

Foto credit: storables.comĀ