Dan biasanya tokoh-tokoh perempuan Indonesia yang dituangkan dalam karya para guru termasuk Bu Niken dengan media batik dingin tersebut.
Pertama kali teknik ini ditemukan adalah saat Ibu Niken memikirkan bagaimana cara memberi pelajaran kepada murid-muridnya mengenai batik. Tanpa sengaja dan tidak terpikirkan, saat beli biji buah asam yang digunakan untuk mengentalkan cat, terpikir olehnya mengapa tidak dijadikan perintang saja untuk membatik.
Selain itu, Bu Niken memikirkan bahwa mengajarkan membatik dengan malam yang panas bisa berbahaya untuk anak kecil. Oleh sebab itu, beliau meneruskan teknik membatik ini.
Selain itu, kami mencoba membatik dengan cara ini! Hasilnya ada yang berantakan, rapi dan ada yang menarik. Teknik merintang dengan Gutta Tamarind benar dengan yang dibilang oleh Bu Niken, bahwa saat merintang ada cara menahan napas. Berguna agar rapi merintangnya, dan kami mencobanya juga.
Setelah selesai membatik, kami pun kembali ke Bandung dan menyelesaikan Perjalanan kecil pertama di kelas 8 ini.