melangkahkan kaki ke Rumah belajar Semi Palar cukup membuatku jantungku berdegup lebih kencang. oh Tuhan kenapa akhir pekan bisa berlalu begitu cepat? jujur saja, aku belum siap untuk membacakan UUD pagi tadi. sebelum memulai semua, rangkaian acara kami diawali dengan waktu hening yang cukup membuat ku sedikit tenang. sialnya, tak berapa lama setelah itu jantungku berdegup lebih kencang dari yang tadi, upacaranya akan segera dimulai. ini adalah kali pertama ku dipercayakan petugas upacara di Semi Palar. aku yakin raut wajahku tak akan bisa berbohong, aku begitu gugup pagi tadi, bahkan ketika aku membaca bagianku yaitu UUD ada 2 kali suaraku melengking. aku begitu malu saat itu, namun mau tak mau aku harus melanjutkan membaca dan kembali ke tempatku. aku tak bisa menangis di situ.
foto bersama adalah momen yang paling penting dalam suatu acara, selesai kami upacara dan menjalankan tugas kami masing masing, kami memutuskan untuk berfoto bersama. saat foto rasanya begitu lega, ku sudah menyelesaikan tugasku.
Lomba memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia pun dimulai. awalnya aku mengira tak akan ada hal yang aneh dalam perlombaan perlombaan ini, aku fikir semua akan terorganisir dengan baik.. aku yakin OSIS Semi Palar bisa melakukannya. beberapa perlombaan pun telah dilaksanakan untuk anak-anak kecil. aku mengamati sekitar dan mengerti bahwa mereka menyelenggarakan beberapa lomba dalam satu waktu. ada beberapa tempat yang telah dinamai pulau-pulau, seperti Papua, Sumatera, Kalimantan. dan di setiap tempat berlangsung kegiatan lomba yang berbeda-beda. awalnya aku fikir ini cukup baik untuk mengefektifkan waktu.
melihat beberapa lomba, aku dan Ara kebingungan kami harus pergi ke mana? fokus kami terpecah pecah memperhatikan beberapa lomba dalam satu waktu. disinilah aku tersadar bahwa mungkin cara ini adalah hal yang efektif namun bagiku kurang efektif. melihat raut wajah ketua OSIS yang sepertinya sudah “keblinger” juga beberapa anggota yang memutuskan untuk diam duduk dan mengobrol membuatku tersadar bahwa sebenarnya cara ini adalah hal yang kurang cocok. orang menjadi bingung harus nonton yang mana..
menurutku melakukan lomba dengan waktu yang singkat juga padat dan jelas tidak akan membuat waktu terbuang banyak. mengefektifkan waktu dengan melakukan rangkaian lomba satu persatu pun akan lebih membuat orang fokus pada satu titik atau pada satu event. aku tak tahu bagaimana rasanya anggota OSIS juga ketuanya saat acara tadi, aku tidak bisa membaca pikiran mereka. namun dari penglihatanku mereka cukup pusing dan bingung.
aku akui permainan yang mereka siapkan semuanya seru dan bisa dilakukan oleh segala umur, ada berfikirnya namun tetapi bisa dinikmati ketika mengerjakannya. seru, semua game yang mereka siapkan tak ada yang tak seru, namun sepertinya akan lebih seru kalau tidak terpecah pecah seperti tadi.
beberapa paragraf di atas yang membahas tentang teknis lomba itu adalah isi kepalaku sedari tadi di SMIPA, aku tak menyalahkan pihak manapun disini, hanya mengutarakan hal-hal yang terlintas dalam benakku sepanjang acara tadi. aku akui OSIS SMIPA keren sekali. mungkin aku kalau menjadi ketus OSIS aku tidak akan bisa mengorganisir acara itu dengan baik. namun ketua OSIS SMIPA cukup bia mengatur rangkaian acara juga mengatur anggotanya dengan baik.
19 Agustus yang begitu berkesan bagiku.
Tadi kak Andy dengar dari kakak-kakak lain cerita pembaca Undang-undang dari KPB keren banget bacainnya. 🙏🏼😊👏🏼