Tulisan ini saya mulai kemarin sekitar jam 10 malam. Setelah beberapa kali ketik hapus, saya tidak jadi menuntaskan tulisan ini. Kebanyakan mikirnya daripada menulisnya. Setelah pagi ini waktu hening dan beres-beres sedikit, saya nyeduh kopi dan memulai lagi tulisan ini. Jadi ini kali kedua saya berhutang menulis dan harus menulis 2 esai dalam satu hari.
Oke... simpulannya apa? Ternyata saya tidak terlalu pandai juggling. Tahu kan ya juggling, seperti yang di sirkus-sirkus terutama atraksi akrobatik? Orang yang bergantian melempar beberapa benda ke atas ditangkap lagi, lalu dilempar lagi begitu berulang-ulang, berusaha agar tidak ada yang jatuh. Yang lebih canggih ada yang bisa atraksi juggling pakai chainsaw.
Eniwei, kita semua kan punya peran banyak ya. Semakin dewasa, peran dan tanggung jawab kita semakin besar dan semakin banyak. Menambah peran atau tanggung jawab adalah Ibarat kita menambahkan satu benda lagi ke hal yang harus kita seimbangkan, kita lempar tangkap terus dari waktu ke waktu. Bagaimana kita bisa melakukan juggling dengan baik, sederhananya kita harus bisa memberikan perhatian yang sama terhadap semua hal yang sebetulnya penting buat kita. Nah menyeimbangkan peran itu yang jadi semakin sulit. Saya masih harus belajar membagi perhatian terhadap hal-hal yang paling penting buat saya pribadi.
Tapi yang terpenting dari proses juggling ini adalah diri kita sendiri, orang yang melakukannya. Kita harus berdiri tegak, kalaupun harus bergerak, kita juga bergerak dengan penuh kesadaran. Bayangkan orang yang pusing kepala atau sempoyongan karena mabuk melakukan juggling, tentunya tidak mungkin bisa ya. Banyak hal akan jatuh dari tangan kita dan dan hal-hal itu akan jadi korban.
Di penghujung tahun 2021, saya menyadari hal itu. Ada hal-hal penting yang kurang saya beri perhatian. Dan ini perlu saya perbaiki, supaya hidup dan kehidupan saya juga lebih seimbang, lebih baik, lebih tenang. Saya sempat menuliskan tentang ini juga dalam esai saya yang judulnya Menjaga Keseimbangan. Semoga bermanfaat.