AES737 Di bawah Naungan Langit Desember
Andy Sutioso
Tuesday December 17 2024, 7:20 PM
AES737  Di bawah Naungan Langit Desember

Gambar di atas saya ambil petang hari - setelah maghrib - saat kakak-kakak memfinalisasi Rapor Smipa. Salah satu kakak - saya lupa siapa menunjuk ke arah barat sambil berujar, "wah langitnya bagus!". Saya menengok dan betul langit sedang menampakkan dirinya dalam warna jingga yang menawan. Melatari ruangan kakak SMP yang diapit siluet pohon di latar depan. 

Saat itu kami sedang duduk-duduk di depan ruangan Coop - menantikan santapan malam yang sedang disiapkan bagi kakak-kakak yang sedang bekerja keras menuntaskan pekerjaan besar yang selalu jadi bagian dari rutinitas kami di akhir semester. Rapotan Smipa selalu jadi rangkaian penutup semesteran yang menantang. Satu proses yang sangat holistik bagi kakak-kakak Smipa, kerja kolaboratif yang menantang. Ya rapor Smipa tidak akan pernah bisa dikerjakan sendirian. Tapi ini sejalan dengan konsep holistik yang diusung Semi Palar. 

Kelompok demi kelompok membawa lembar-lembar rapor yang sudah selesai dicetak untuk dirangkai jadi satu di ruang produksi oleh tim Mujaer. Mereka yang menyiapkan kantong karya dan sampul buku karya. Mereka juga siap menjilid berbagai konten rapor yang selesai disiapkan dan disusun menjadi satu. Di ruangan, tim kakak bersama tim Lingkung bergantian saling mengoper konten rapor untuk diperiksa ulang dan dipastikan ketepatan isinya. Rapor Smipa bukan rapor yang sederhana. Untuk penyusunan rapor sendiri ada formula yang dikenal sebagai KDAB. Konsep, Data, Analisis dan Bahasa. Ada empat komponen yang harus ada agar rapor holistik Smipa bisa disusun dengan baik. 

Selain tim Mujaer, tim Admin juga sibuk dengan berbagai komponen - data administratif seperti data hadir siswa dan orangtua, lembar foto dan cover rapor yang dicetak satu demi satu. Di luar itu di hari terakhir, tim Admin juga menyiapkan makan malam untuk kakak-kakak yang bekerja di luar jam kerja - tidak jarang juga sampai melampaui tengah malam. Sedemikian kompleksnya proses rapotan. Tapi saat kami berhasil menyelesaikan semua dengan baik - ini juga pertanda bahwa tim Smipa juga bisa bekerja sama - berkolaborasi secara holistik - untuk menghasilkan catatan perkembangan yang holistik juga. Kami selalu bergembira saat tiba waktunya kakak-kakak menanda-tangani lembar rapor dan memberikan stempel yang semacam jadi peneguhan bahwa kakak sudah menyelesaikan tugasnya sampai tuntas. 

Kenapa sedemikian ribetnya? Saya pikir ini bukan masalah keribetan belaka. Proses yang tidak mudah, proses yang menantang ini mudah-mudahan membawakan kesakralan tertentu dalam proses kakak menyiapkan Buku Cahaya Bintangku. Proses di atas ini perlu pemaknaan tersendiri - dan menuntaskannya perlu proses dan penghayatan tersendiri. Kami percaya bahwa kata-kata yang dituliskan adalah doa - dan doa sudah semestinya punya nilai kesakralan yang bisa kita jaga agar berbuah menjadi kebaikan. 

Seperti naungan langit jingga yang menemani proses kami menjelang petang hari ini - sebagaimana keindahan langit bulan Desember, semoga enerji yang dituangkan ke dalam lembar-lembar Buku Cahaya Bintangku jadi enerji baik bagi proses tumbuh kembang anak-anak kita dari hari ke hari. Semoga.