AES855 Mengenang Timmy
Andy Sutioso
Saturday October 18 2025, 7:57 AM
AES855 Mengenang Timmy

Hadir satu kabar mengejutkan Rabu lalu ke tengah keluarga besar Semi Palar. Satu peristiwa yang sangat tidak diduga datang secepat ini ke rumah kami. Salah satu alumni Smipa, Timmy Rabu lalu pergi selamanya meninggalkan kita semua. Anak kami, usianya masih sangat muda sudah pergi dipanggil Tuhan meninggalkan kita semua. Timmy pergi dengan cara yang menyesakkan dada. Mengerikan dalam kacamata kita semua.

Sejak mendengar tentang ini sambil berusaha menerima kabar ini dengan legawa, sulit sekali mencoba menuangkannya dalam kata-kata. Saya sendiri merasa peristiwa ini perlu dicatatkan dalam proses perjalanan kita di Rumah Belajar Semi Palar. Tempat kita semua berusaha merefleksikan, memahami dan memaknai berbagai pengalaman kehidupan kita. Apalagi peristiwa sebesar ini. Kita semua 'berhutang' kepada Timmy dan anak-anak kita, pun kepada kita sendiri sebagai orangtua mereka, kita yang masih berupaya mendampingi proses tumbuh kembang anak-anak kita. 

Sejak hadirnya berita tersebut, suasana di Semi Palar - setidaknya terasa betul di antara kakak-kakak lama - terasa gelap. Seakan masing-masing sedang berusaha mengelola apa yang dirasakan dengan hadirnya peristiwa ini. Jum'at, tanpa kesepakatan, saya lihat banyak kakak-kakak mengenakan pakaian berwarna gelap. Sama halnya dengan saya, sepertinya emosi yang dirasakan memandu kita semua melakukan itu. 

Sore harinya kakak-kakak melaksanakan Jumaatan - koordinasi mingguan di bengkel. Kak @asep-ramdan mengajak kita semua untuk mengenang Timmy. Sosok yang kita kenal sebagai seseorang yang sangat lembut hati dan baik sikapnya kepada semua orang. Sosoknya lucu dan kekanak-kanakan, demikianlah kita semua mengenal keunikan dirinya. Pemikiran-pemikirannya jauh melampaui teman-temannya. Timmy juga salah seorang murid Smipa yang menggagas tentang OSIS SMP Smipa. Organisasi yang sampai hari ini masih aktif dan seru dengan berbagai kegiatannya. Tidak jarang apa yang diungkapkannya terasa sangat filosofis untuk usianya. Tak heran Timmy memilih jurusan Sosiologi untuk tempat belajarnya - sampai pada titik dia meninggalkan kita semua. 

Di sisi lain saya dan kak Diki berkisah bahwa Timmy adalah seorang pejuang. Dengan keunikannya, Timmy harus berupaya ekstra keras untuk bisa beradaptasi dengan berbagai proses di SMP Semi Palar. Dan dia berhasil. Dia berhasil dengan baik. Tidak tampak di penampilannya, tapi Timmy seorang anak yang kuat hatinya, punya tekad besar dan berjuang mengatasi segala keterbatasannya untuk terlibat dalam berbagai proses di SMP Semi Palar.

Setidaknya, itulah bagaimana kakak-kakak, kami yang pernah mendampinginya mengenal Timmy. Selepas prosesnya di Semi Palar, kami tidak terlalu tahu bagaimana proses Timmy di berbagai ruang belajar selanjutnya. Sampai berita duka Rabu kemarin sampai ke Semi Palar. 

WhatsApp Image 20251019 at 13.40.58_6b9e14da.jpg

WhatsApp Image 20251019 at 13.40.59_9f02041c.jpg

Di sore ini, kami memutarkan video pendek - yang dibuat oleh salah satu pemusik Bandung, Mukti-mukti - yang menemani Timmy dan teman-temannya menciptakan sebuah lagu tentang pertemanan. 

Entah bagaimana liriknya sangat mengena... Campur aduk betul perasaan kami sore itu... Setelahnya beberapa kakak yang sempat mendampingi Timmy di kelas berbagi cerita - mengenang Timmy saat berproses bersama di Rumah Belajar Semi Palar... 

WhatsApp Image 20251017 at 15.09.38_c542561b.jpg

Semoga Timmy bahagia di alam keabadian, dan mendampingi kami semua dari atas sana. 🙏🏼

Foto dari instagram : @frontmudarevolusioner