Menemukan satu hal lagi yang sepertinya jadi kendala besar manusia beralih ke ruang kesadaran. Kendala ini masih muncul saat manusia mencoba berjeda dan masuk ke ruang keheningan. Bagaimana kendalanya? Ini terkait pada kerja biologis tubuh manusia. Saat tidak dipahami sepenuhnya membuat berbagai ikhtiar manusia masuk keheningan kemudian menjadi tidak banyak berdampak.
Bukan teori yang macam-macam dan terlalu rumit, tapi sekedar memahami cara kerja tubuh manusia yang berkembang sejak evolusi ribuan tahun silam, saat kehidupan sehari-hari masih sangat dekat dengan urusan bertahan hidup (survival). Hal ini juga menjelaskan kenapa anatomi otak manusia - yang konon punya kecerdasan paling tinggi dan punya dimensi kesadaran, masih menyimpan organ tubuh yang sangat primitif, otak reptil (otak belakang) dan Amygdala.
Mekanisme biologis ini yang jadi penting dipahami supaya upaya untuk melampaui mode bertahan hidup dan berpindah ke tingkat kesadaran lebih tinggi lebih punya peluang keberhasilan. Kalau ini dipahami, kita juga lebih mudah masuk ke ruang kesadaran. Pengalaman berkesadaran ini saat semakin kerap kita alami akan membuat kita semua lebih bisa berjarak dari kerja pikiran kita, lebih responsif daripada reaktif dan dengan demikian kita diri kita semakin hening, pikiran semakin jernih, kita lebih terkoneksi dengan dimensi kesadaran lebih tinggi yang memberikan kita gambaran tentang arah dan langkah yang perlu diambil dalam kehidupan kita.
7 menit. Seperti yang dituliskan sebagai judul video di bawah ini, ia menjelaskan dengan cukup gamblang kenapa jeda yang terlalu singkat, atau hening yang tidak cukup panjang waktunya membuat hal ini tidak banyak berdampak bagi kita. Video ini menjelaskan bahwa ternyata tubuh manusia perlu waktu sekitar 5-8 menit untuk meyakinkan seluruh organ tubuhnya bahwa dunia di luar adalah aman. Kalau manusia bisa berdiam diri dalam hening selama durasi di atas tadi, tubuh membaca bahwa situasi di luar memang aman, tidak ada sesuatu yang mengancam dirinya. Setelah semua sensor tanda bahaya, sistem syaraf tetap tenang, tidak ada sinyal tanda bahaya memicu reaksi Fight or Flight di batang otak atau mengaktifkan Amygdala, barulah tubuh manusia menjadi rileks, lepas dari ketegangan dan bisa melepaskan hormon-hormon yang terkait dengan kebahagiaan, proses penyembuhan dan lebih jauh lagi masuk ke ruang berkesadaran.
Saya jadi lebih paham, kenapa aplikasi meditasi yang saya manfaatkan (Miracle of Minds) mulai dari durasi tersingkat 7 menit. Setelahnya kita bisa meningkat ke durasi 12 menit, 15, 18 dan kemudian 21 menit. Saya kira ini ada hubungannya.
Kalau kita paham ini, mudah-mudahan kita juga lebih bijak mengelola keseharian kita, kapan dan berapa lama kita perlu mengajak diri kita masuk ke ruang keheningan - dan lewat pemahaman baru ini lebih mudah juga membantu badan kita masuk dan hadir di ruang kesadaran. Semoga tulisan ini bermanfaat. 🙏🏼
Photo by Samer Daboul: https://www.pexels.com/photo/selective-focus-photography-of-hour-glass-1209998/