Kepik adalah serangga yang paling aku sukai. Bentuknya yang bulat dan rata-rata berwarna merah cerah membuatnya tampak lucu dan ceria. Belum lagi dengan adanya bintik-bintik hitam di atas warna merahnya, membuatnya terlihat lebih unik. Walaupun begitu, warnanya tidak hanya merah saja. Ada juga yang berwarna oranye atau merah terang. Bahkan ada yang justru berwarna hitam tetapi bintiknya berwarna merah. Itu yang warnanya di sekitaran merah, yang berwarna dasar coklat atau hitam pun ada.
Dulu cara paling mudah menemukan kepik adalah di sekolah. Jadi di area Teater, ada satu pohon petai (kalau tidak salah). Nah biasanya di bagian batangnya kita bisa menemukan banyak kepik. Ukurannya lumayan kecil, mungkin sebesar kacang hijau. Warnanya merah agak oranye dengan bintik hitam. Tapi selalu ada dua jenis kepik di sana. Satu lagi yang berwarna agak coklat dan tampak seperti berduri. Itu adalah kepik paling seram yang pernah aku lihat.
Selain di sekolah aku cukup jarang melihat kepik, apalagi dengan jumlah yang banyak. Suatu hari, aku menemukan kepik di salah satu tanaman yang ada di rumahku. Setelah aku amati, ternyata jumlahnya cukup banyak. Beberapa dari mereka juga berkumpul. Tanamannya ini malah justru tanaman liar yang tumbuh cukup lebat. Kepiknya pun memang hanya ada di tanaman ini, jadi mungkin memang makanan mereka banyak di tanaman ini.
Kemarin siang secara tidak sengaja pun aku bertemu kepik lagi. Aku sedang pergi bersama sepupu-sepupuku ke tempat yang lokasinya ini memang cukup banyak tanaman. Saat melihat ke bawah meja, terlihat satu hal yang menarik perhatian mataku. Ternyata itu adalah kepik, namun ukurannya sangat besar. Itu adalah kepik terbesar yang pernah aku lihat. Ukurannya bahkan lebih besar dari kuku telunjuk jari tanganku dan hampir sama besarnya dengan kuku jempolku. Ukurannya mungkin sekitar 1,5 cm-an. Sangat menyenangkan bisa menemukan kepik yang ukurannya sangat besar apalagi tidak disengaja.