Kamis itu menjadi pertemuan antara Sungai Asahan (Aek Toba) dan Sungai Oya. Ini bukan beneran tentang sungai yaa, tapi kelompok Asahan (K12) dengan kelompok Oya (K6). Ini bukan pertama kali kelompok kami bertemu kelompok mereka. Apalagi aku, karena kebetulan adikku yang ada di kelas Oya dan sejak kecil aku sering bertemu mereka di berbagai kegiatan. Jadi ada beberapa wajah dan teman yang sudah aku kenal. Untuk kali ini ada serangkaian kegiatan yang kita lakukan dalam 3 hari. Kegiatannya sendiri diawali dengan kita membahas soal energi hingga akhirnya ke pengenalan tentang diri.
Hari pertama kami mulai dengan pembahasan soal energi. Dari pembahasan energi yang menarik adalah mereka sudah mengetahui tentang energi yang bukan secara fisika. Seperti kemarin ada yang memberi contoh energi kata-kata baik dan buruk. Kami tidak menyangka sih, tapi justru jadi lebih enak untuk penyampaian ke mereka. Di pertemuan kedua menjadi salah satu yang unik bagiku. Di sini apa yang kami lakukan lebih ke menyadari diri, bagaimana caranya? Dengan melakukan yoga awalnya. Ini pun pas sekali karena ketika penjelajahan kemarin kami sempat belajar dan mengikuti yoga selama 21 hari. Jadi ini menjadi ruang kami juga untuk berbagi apa yang telah kami jalani. Yaa mungkin tidak sama persis sih, tapi ada gerakan-gerakan inti yang kami rangkum. Selain karena terbatas waktu, gerakannya pun banyak yang memang lumayan sulit dan sebaiknya tidak dilakukan ketika pertama kali yoga. Selama yoga terdengar tuh kata-kata seperti aduh-aduh, atau pegel, sakit dan lain-lain. Setelah yoga baru kita coba untuk mengenali diri masing-masing, dari mulai fisik sampai ke karakter. Cara mudahnya adalah dengan diberi pertanyaan “Aku tuh orangnya kaya gimana sih?”. Dari sini kerasa tuh suasana lebih cair dan semua bisa lebih terbuka.
Sampailah ke pertemuan terakhir, yaitu tentang “Aku ingin menjadi sosok seperti apa?”. Awalnya sih teman-teman Oya diminta untuk memilih kira-kira makhluk hidup apa yang paling menggambarkan diriku. Ada yang bilang monyet, rubah, kelinci, serigala, dan masih banyak lagi. Kemudian mereka membayangkan kira-kira kekuatan super apa yang dimiliki makhluk itu. Baru dari sana ditarik lagi kalau dalam kehidupan saat ini, teman-teman ingin menjadi sosok seperti apa. Yang cukup menarik di sini adalah beberapa teman tuh ada yang memilih makhluknya karena pendapat dari teman lain. Ada juga sih yang berawal dari hewan kesukaannya. Walaupun begitu, mereka pun merasa cocok dengan hewan itu dan memang banyak kesamaan yang mereka rasakan.
Seru sih bisa ketemu teman-teman kelompok Oya ini. Selain senang bisa berbagi, aku juga mendapat banyak hal baru dari teman-teman Oya. Mereka pun mengikuti kegiatan sepenuhnya sehingga aku pun semangat untuk berkegiatan bersama mereka. Semoga ada kegiatan bersama lagi antara kelompok Oya dan Asahan kedepannya.