Fungsi masker
Masker adalah langkah untuk memberhentikan penularan dan menyelamatkan nyawa orang. Masker harus digunakan agar masalah pandemi ini bisa selesai, termasuk menjaga jarak fisik, menghindari pengaturan keramaian, tertutup dan kontak dekat, membersihkan tangan, menutupi bersin dan batuk, dan banyak lagi.Tergantung pada jenisnya, masker dapat digunakan untuk melindungi orang sehat atau untuk mencegah penularan selanjutnya.
Masker medis direkomendasikan untuk:
Masker medis juga direkomendasikan untuk orang-orang yang lebih berisiko untuk terkena COVID-19 seperti:
Masker kain non-medis dapat digunakan oleh masyarakat umum di bawah usia 60 tahun.Kita harus menggunakan masker saat di area di mana virus beredar, masker harus dipakai saat kita berada di tempat ramai, di mana kita harus berjaga jarak minimal 1 meter dari orang lain, dan di ruangan dengan ventilasi yang jelek. Kita harus selalu membersihkan tangan sebelum dan sesudah menggunakan masker.
Jenis-jenis masker yang direkomendasikan oleh WHO untuk cegah penularan COVID-19
1. Masker kain
Masker kain adalah masker yang diperuntukkan untuk masyarakat umum yang sehat dan tidak bergejala
2. Masker bedah
Masker bedah memiliki 2 lapisan oleh karena itu masker bedah disarankan untuk orang-orang yang sehat.
3. Masker N95
Masker ini adalah masker paling aman yang ada di pasaran karena tidak hanya dapat melindungi pemakai dari droplet tapi masker ini juga dapat melindungi pemakai dari cairan yang berbentuk partikel kecil seperti aerosol.
4. Reusable Facepiece Respirator
Masker ini memiliki keefektifan lebih tinggi dari N95 untuk mencegah penyebaran virus, namun tergantung dengan kualitas dan jenis filter yang dimiliki. Masker ini mampu menyaring partikel kecil sampai yang berbentuk gas, masker ini direkomendasikan untuk para pekerja yang memiliki risiko tinggi di dalam aktifitasnya dan dapat digunakan secara berulang selama filternya masih berfungsi dengan baik.
Cara membuat masker sendiri
Apakah kalian tahu?, kalau masker itu bisa buat sendiri loh, mau tahu caranya?, ayo kita lihat caranya:
Bahan:
-sapu tangan katun
-kain sarung bantal
-2 ikat rambut
Langkah cara membuatnya:
* Lipat kain menjadi 2, letakkan kain sarung bantal untuk filter, lalu lipat kain menjadi tiga. Setelah itu, Masukkan ikat rambut ke dua sisi kain, lipat kedua sisi kain ke tengah, lalu sisipkan.
* Balik kainnya ke bagian depan, tarik kedua ujungnya, dan masker pun siap digunakan.
Seperti foto di bawah in:
Bagaimana cara mengelola masker bekas
Masker yang telah digunakan oleh kita bisa saja menjadi media penularan virus COVID-19 dan penyakit-penyakit, dan tentu hal ini bisa menjadi sangat berbahaya. Tapi penggunaan masker di lingkungan masyarakat tidak termasuk sebagai limbah medis. Hal ini karena masker tersebut tidak digunakan dalam pelayanan kesehatan atau pasien di fasyankes. Limbah masker seperti ini masuk ke dalam kategori limbah domestik. Saat ini penggunaan masker di masyarakat semakin tinggi, sisi positifnya menandakan bahwa masyarakat memiliki kesadaran, tapi juga peningkatan masker ini dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, dan yang kita takutkan adalah masker bekas didaur ulang dan dijual kembali.
Masker medis wajib dibuang saat:
-Masker kotor
-Lembab
-Basah
-Setelah dipakai seharian
“Kamu sebaiknya tidak menggunakan masker berjam-jam, maksimal empat hingga lima jam setiap harinya. Namun, orang sehat ternyata dapat mengenakan masker N95 selama 8 jam terus-menerus atau sesekali dan dapat mengenakan masker medis selama 4 jam sekali pakai” Dikutip dari The Conversation
Cara membuang masker bekas:
-Lakukan desinfeksi dengan cara rendam masker yang telah digunakan pada larutan desinfektan.
-Rusak talinya
-Robek bagian tengah masker sehingga tidak bisa digunakan kembali.
-Buang ke tempat sampah domestik
Mari kita cegah virus dimulai dari menjaga kesehatan dan pola hidup sehat diri sendiri.
#LAWANCOVID19
halo lakisha, bisa tambahkan gambar/foto supaya jadi lebih menarik