Hari Sabtu tanggal 28 Oktober aku tanding wushu untuk yang pertama kali. Aku akan menceritakan proses aku belajar sampai kemarin tanding. Aku mulai ikut wushu, jika tidak salah tahun lalu atau awal tahun ajaran belajar 2023. Saat aku ikut wushu, yang ikut hanya sedikit. Setelah beberapa lama aku ikut wushu, mulai bertambah dan bertambah. Yang sangat terlihat dari kelas SD 3. Ada Amara, Nimnim dan teman teman laki laki dari SD 3. Tetapi teman-teman yang laki laki tidak bertahan lama dan keluar karena beberapa alasan. Lalu ada Azwa dari kelas 8 dan Christo dari kelas 7. Azwa sudah pernah ikut wushu, tapi keluar. Christo masuk wushu kalau tidak salah bersama aku.
Diara, Teresa, dan Azwa bermain pedang sementara aku dan Christo bermain golok. Walaupun teman-teman atau adik adik yang kecil juga bermain golok tetapi kategori jurusnya berbeda. Kategorinya ditentukan sesuai umur. Ada kategori jurus C, B, A dan jurus senior. Dari kategori tersebut kesulitan jurus yang kita mainkan bisa berbeda beda. Bisa tergantung alat yang di mainkan. Yang aku tahu ada tangan kosong, golok dan pedang untuk senjata pendek,toya dan tombak. Bagi yang tidak tahu toya, toya adalah semacam tongkat, aku belum belajar alat itu. Salah satu teman kita yaitu Levin dari SD 4 dia wushu dan bisa bermain toya. Aku mulai belajar dari jurus dasar dulu untuk pemula agar mengenal gerakan gerakan inti. Jurus dasar ini ada lima jurus tapi jurusnya pendek pendek dan tidak lama. Jadi mudah dipelajari. Setelah belajar jurus dasar, aku belajar golok C. Aku dipinjamkan golok kayu milik kak Ego. Aku belajar bersama Christo. Aku belajar jurus ini sekitar 1 bulan. Tetapi saat itu Christo sempat beberapa kali tidak masuk, jadi jurusnya belum selesai tepatnya sesi jurus terakhir. Saat aku belajar jurus golok C aku dipinjamkan golok yang asli oleh Diara. DIa memberikan golok ini karena ia sudah tidak pernah lagi belajar golok lagi. Ia lebih fokus belajar pedang. Aku merasa senang dan menjadi semangat. Golok ini sampai melekat dan cocok banget sama diriku Setelah belajar golok C, aku belajar golok B. Aku dan Christo belajar golok B bersama dari nol. Kami belajar jurus ini selama 2 bulan atau 1 setengah bulan. Hingga tiba tiba kak Ego mengajak kita untuk mengikuti pertandingan wushu, yaitu Portue. Yang diajak semua yang jurus wushunya sudah selesai. Termasuk pedang dan golok c yang dimainkan oleh kelas kecil.
Portue adalah pekan olahraga tunggal event. Semua liga olahraga disini ada termasuk salah satunya wushu. Setelah mendengar hal itu kami langsung mempersiapkan jurus jurusnya, data data dan surat ijin. Kita mulai mencari baju wushu dan sepatu khusus untuk wushu. Karena wushu adalah olahraga yang harus rapih dan tegas. Hal seperti baju dan sepatu akan dinilai dan bisa mendapat poin saat tanding. Kami berlatih lebih keras dan semangat di minggu minggu terakhir. Kebetulan kami berempat warna bajunya dan ornamen bajunya sama. Yang sama bajunya adalah aku, Diara, Azwa dan Teresa. Soal baju, ada aturannya juga di wushu. Jika di kategori dao shu kancingnya harus 7 contohnya seperti aku. Jika yang kategori gian shu, kancingnya harus 7 kalau tidak 5 kancing. Jika tidak mengikuti peraturan itu, poin saat bertandingannya bisa dikurangi.
Kami membuat surat izin untuk hari Kamis dan Jumat. Karena di hari kamis ada cek lapang wushu dan hari jumatnya persiapan untuk tanding. Seperti latihan gerakan yang belum optimal. Saat hari Kamis aku melihat lapangannya ukurannya lumayan lebih besar dari pendopo di sekolah. Bahannyanya itu seperti karpet. Ternyata disana kita bertemu teman yang setim dengan kita tapi beda tempat dan beda guru. DIsana juga banyak tim yang lain dan latihannya sudah seperti atlet nasional. Disana ternyata aku juga bertemu levin kelas 4. Saat hari jumat aku berlatih keras di bagian yang aku kurang bisa hingga aku berlatih sampai sore. Di esok hari yaitu hari Sabtu, ternyata lawan aku ada di depan mata. Yang selalu bertemu saat latihan dan ngobrol bareng, yaitu Christo sendiri. Aku tidak terkejut, karena aku dan Christo latihannya sama dan pasti gerakannya tidak beda jauh dengan aku. Sebelum mulai pertandingan, aku pemanasan sendiri dan belajar tendangan. Setelah itu aku disuruh coba lapang bersama coach aku. Aku juga di ajarkan kuda kuda yang benar. Setelah itu lapangan di kosongkan. Aku menuggu giliranku. Aku mulai dengan memakai baju dan minum yang banyak agar fokus. Giliran terus berlanjut. Hingga sampai pada giliran aku, tiba tiba ada pemberian medali untuk yang sesi pagi. Di saat itu aku meleleh. Padahal aku sudah siap banget mau hormat. Aku bisa latihan dulu sedikit. Setelah pembagian medali selesai aku mulai tanding. Aku waktu itu fokus mengatur nafas dan hasil poinku adalah 6.20. Setelah giliran aku, giliran Christo sekarang dan ia mendapat poin 5.70 tidak salah. Setelah pertandingan selesai, akan ada pembagian medali. Karena aku dan Christo saja medalinya adalah silver dan bronze. Aku lalu pulang naik gojek sendiri.
Mungkin itu dulu cerita aku, aku juga sudah capek juga nulisnya. Aku nulis ini dua hari. Semoga ada yang mau ikut wushu juga ya karena baca AES aku ini. Sampai jumpa di lain waktu, Cawww....
Semangat Mik!!