Kalau membahas tentang kuliah, pasti hal pertama yang terlintas dikepalaku itu proses penulisan skripsi dan segala dramanya. Drama diri sendiri, dengan dosen pembimbing, dan isi kepalaku beserta pikirannya tentang kehidupan setelah kuliah yang terbayang sangat indah, lega, dan tanpa beban. Pada saat itu, rasanya ingin mencari 1001 cara untuk segera lulus dan tidak berurusan lagi dengan segala drama dalam penulisan skripsi. Walaupun setelah dilalui, ternyata kehidupan setelah lulus tidak semudah yang dibayangkan sebelumnya. Ucapan selamat atas kelulusan yang senantiasa diberikan oleh orang tua, keluarga, dosen, dan teman teman, namun sepertinya belum lengkap jika belum diakhiri dengan pertanyaan "Sudah bekerja dimana berarti sekarang?". Satu, dua pertanyaan yang kemudian menjadi pertanyaan dengan template jawaban yang sama setiap saatnya. Banyak sekali ketakutan yang aku rasakan selama penulisan skripsi hingga akhir tahun kemarin tentang kehidupan setelah lulus kuliah. Padahal jika dipikirkan lagi, waktu itu lebih sibuk isi kepalaku daripada aksi yang kulakukan. Lucu ya, belum berkesempatan untuk mencoba, sudah dihambat oleh ketidakyakinan. Tapi aku percaya hal tersebut memiliki makna tersendiri dalam prosesku, dan tentunya tidak ada penyesalan dari apa yang telah terjadi.
Tahun baru dengan jenjang kehidupan baru, kebiasaan baru, dan tentunya ingin merubah pandangan terhadap segala hal yang berbeda dari tahun sebelumnya. "Finding lights even on the darkest alley". Seperti kata kata tersebut, tahun ini aku ingin berusaha untuk terus mencari dan menemukan sisi terang dari segala yang terjadi dalam hidupku. Biarlah pengalamanku sebelumnya, 'dikendalikan oleh gemuruh ricuhnya isi kepalaku' ini menjadi pelajaran dan tidak lagi membatasiku dalam melakukan atau mencoba hal-hal baru serta keluar dari zona nyamanku. Selain itu, pandangan tentang lulus kuliah dan tamat pendidikan bukan berarti berakhir juga waktuku untuk belajar. Karena bagiku, belajar itu tidak ada hentinya, tidak ada batasnya, bahkan segala hal yang dilakukan setiap hari pasti ada makna baru yang dipelajari, tidak selalu berbentuk buku atau bacaan, dan tidak selalu terlihat, namun dapat dirasa. Belajar bahkan dapat membahas tentang hal paling simple atau hal paling rumit yang pernah ditemui, sehingga menjadi suatu proses bermakna yang tidak dapat ditentukan batas awal dan akhirnya.
Segitu dulu tuangan isi kepalaku dan gerak jemariku membawa tulisan ini ke ujung hari senin ini. Mungkin tidak sesuai harapan, bukan tulisan yang penuh edukasi, melainkan hanya ceritaku. Semoga bisa mencurahkan berbagai cerita, pertanyaan, dan penasaranku lagi di lain waktu. Selamat malam!
Terima kasih atas postingan pertamanya di Ririungan Gaby. Terima kasih sudah berbagi kisah di sini. 🙏🏼😊