AES 127 Game
leoamurist
Friday October 1 2021, 6:00 AM
AES 127 Game

Permainan yang sudah selesai adalah permainan yang baru mulai. Seperti perjalanan yang sudah selesai adalah perjalanan yang baru mulai. Setelah mengalami permainan, setelah melalui perjalanan. Berhenti mengalami, mulai memahami. Jadi wajar kan kalau yang sudah berabad-abad mengalami tidak paham-paham, karena tidak ada berhenti.

Biasanya terbantu dengan foto-foto dan video dokumentasi, bisa juga tulisan atau cerita kepada orang lain. Pemahaman terbangun. Sepenting itulah berhenti. Memang, yang paling penting adalah mengalami permainan atau perjalanannya. Di sisi lain, yang tidak bisa dinafikan, adalah selalu ada yang 'lebih' dari yang 'paling'.

Maka, yang lebih penting dari yang paling penting mengalami perjalanan permainan itu adalah berhenti. Berhenti bukan berarti diam, bahkan diam sendiri bukan berarti diam. Diam adalah dimana resultan gaya, berbagai gaya/energi/force, adalah nol. Bukan berarti tidak ada gaya/energi/force kan. Resultannya yang nol. Fisika banget ya ini.

Yah, perlu lah belajar fisika karena kita hidup di dunia fisik juga. Gak sekadar dunia jiwa atau spiritual saja. Coba cek itu kaki masih napak kan, kalau gak napak waaahh.... berarti lagi duduk sila di atas kursi. Kembali lagi di soal berhenti bermain dan berhenti bertualang. Selama masih hidup, perjalanan dan permainan adalah keniscayaan.

Bahkan sang pemenang dari permainan yang telah usai itu baru saja mulai bermain, sebagai salah satu peserta dari sekelompok peserta dengan kriteria pemenang-pemenang permainan yang lalu. Secara fisikal tidak pernah ada berhenti, kalaupun ada berhenti itu terjadi di mental.

Bukankah sering terjadi yang sudah kalah sebelum memulai, sudah selesai sebelum berjuang, sudah pindah sebelum usai. Secara mental menyudahi memang, secara fisik selalu melanjutkan. Terlepas dimana, dengan siapa, dan bagaimana bentuknya. Pola selalu berulang sampai selesai dipenuhi.

Kira-kira begitulah permainan yang kita hadapi dan jalani saat ini. Bahkan dengan melihat permainan itu sendiri, kita sudah turut dalam suatu permainan melihat permainan. Yang diadu nanti di arena permainan kita adalah persepsi terhadap tontonan itu. Di arena lain, bisa jadi yang diadu adalah inspirasi dari tontonan.

You May Also Like