AES 154 Lihat Boleh, Pegang Jangan (7menit)
leoamurist
Monday November 1 2021, 5:37 AM
AES 154 Lihat Boleh, Pegang Jangan (7menit)

Selama perjalanan, banyak batu dari pinggir jalan dikumpulkan. Dibawa pulang sampai rumah, jadi pajangan. Tersusun rapi di satu sisi dinding ruangan, sampai akhirnya menjadi dinding itu sendiri.

Pada pencapaian, banyak penghargaan dikumpulkan. Dibawa pulang sampai rumah, jadi pajangan. Tersusun rapi di sisi satu lagi dinding ruangan, sampai akhirnya menjadi dinding itu sendiri.

Pada pengalaman, banyak cerita dikumpulkan. Dibawa pulang sampai rumah, jadi pajangan. Tersusun rapi di sisi dinding sebelahnya masih ruangan yang sama, sampai akhirnya menjadi dinding itu sendiri.

Pada ekspektasi, banyak hal yang tidak terjangkau sekarang diinginkan kemudian. Dibawa pulang sampai rumah, jadi pajangan. Tertempel rapi di sisi terakhir dinding ruangan, dengan lekat sampai akhirnya menjadi dinding itu sendiri.

Dinding yang tadinya menenangkan jadi menegangkan, yang tadinya perlindungan jadi kurungan. Karena penemuan, pencapaian, pengalaman, dan penguasaan semakin tebal menutupi dinding awal. Semakin mempersempit ruangan.

Satu orang terjebak di dalam rumahnya sendiri, kamarnya sendiri, karena kekayaannya yang semakin menebal pada dinding dan menjadi dinding itu sendiri. Menebal ke dalam, terputus ke luar.

Bukannya tidak bisa keluar, kan ada pintu. Jendelanya ada sih tadinya, hanya sepertinya tertutup pajangan jadi gak kelihatan. Keluar pintu, melihat dunia luar, yang ada dalam pandangan hanyalah perbandingan.

Seperti membawa-bawa isi kamar ke lingkungan luar, menawar-nawarkan pajanganannya ke semua orang. Seringkali memaksa untuk dilihat, sekaligus keras menjaga tidak boleh dipegang. Pajangannya itu.

Berat sekali buntelannya dibawa kemana-mana, terduduk kelelahan mengoceh berbagi lihat boleh pegang jangan mengenai pajangan-pajangannya.

Kemudian berdiri lagi, pindah tempat, bawa buntelan, terduduk kelelahan, mengoceh lihat boleh pegang jangan. Lagi dan lagi dan la gi la gi la..

Eh.. ternyata! Selama ini orang itu tidak keluar ruangan. Ia hanya membuka pintu, berteriak kepada semua orang yang lewat. Memamerkan pajangan dengan garang, semua orang pun jadi enggan.

Lalu kelelahannya itu bukan dari membawa buntelan, ternyata. Kelelahannya hadir dari berputar-putar ruangan dari satu sisi dinding ke sisi lain, memamerkan pajangan yang lihat boleh pegang jangan.

Pada keset depan rumahnya, tulisan welcome jelas sekali terlihat. Bersih! Karena tiada seorangpun berani masuk ke dalam. Bahkan yang paling berani pun tidak mampu. Sesak ruangan itu sudah penuh oleh satu orang pemiliknya. 

yulitjahyadi
@yulitjahyadi   5 years ago
Keren! So deep. 7 menit nya karena tulisan ini selesai dalam 7 menitkah kak Leo?
leoamurist
@leoamurist   5 years ago
7 menit, ekspektasi yang bacanya bisa dalam 7 menit.

Jadi ada kira-kira kalau mau baca tulisan ini gemesnya hanya 7 menit aja, gak lama-lama 😂

Kalau soal selesainya, lebih dari 7 menit Bu, malahan sepertinya 7 hari baru selesai menuliskan
hehe..
yulitjahyadi
@yulitjahyadi   5 years ago
ooh.. hahaaa.. gemesnya hanya 7 menit... 😆😆😆
Kak Leo jagoan deh bermain kata-katanya, baca esai-esai kak Leo jadi hiburan yang sekaligus memeras otak, Terimakasih buat senam otaknya ☺❤
Andy Sutioso
@kak-andy   5 years ago
Hehe iyaaa. Ini keren banget tulisannya. Judulnya sih ga terlalu menggoda. Karena ga boleh pegang. . Untung baca komennya Yuli. 🙏