Adalahh bagian tumbuhan tempat terjadinya fotosintesis? Sel hijau down. Bukan.. bukan.. bukan! (Biar menyangkal tiga kali)
Konteks down yang tertulis di sini lebih kepada, kondisi yang sedang down karena situasi yang membuat down. Seperti turunan jalan, tidak bisa ditolak karena kita sedang dalam perjalanan. Saat jalan menurun, posisi kita menjadi rendah. Saat jalan menanjak posisi kita menjadi tinggi.
Respon terhadap kondisi ini, apapun situasi yang menyebabkannya, adalah pertama-tama dengan mengubah sudut pandang. Jadi lebih tinggi, agar dapat melihat gambaran keseluruhan dengan lebih lengkap. Semacam birdview perspektif.
Konsekuensi logisnya, sikap yang jadi dingin. Kedinginan yang diperlukan, untuk menerima bahwa today’s problems come from yesterday’s solution. Setelah itu barulah membuat pengorbanan. Seperti ketika hendak menanjak, bukankah beban yang memberatkan perlu dikorbankan. Dibuang.
Selayaknya perjalanan, kalau ada turunan berarti ada tanjakan. Kalau hanya ada turunan itu jatuh bebas. Kalau hanya ada tanjakan itu ngawang gak jelas. Keseimbangan itulah yang menjadikan kenyataan. It’s not the fall that hurt, it is the stop.
Barulah kita menentukan tindak lanjut. Dasar dari penentuan tindak lanjut ini adalah kesadaran bahwa, the cure can be worse than the disease. Oleh karena itu, kedinginan yang tadi ada di perasaan perlu dinaikan dari dada ke kepala. Kepala dingin, pemikiran tajam.
Set engagement arena, tentukan batas-batas. Tetapkan jarak yang perlu dijaga. Patuh pada peraturan yang ada dan berlaku. Disiplin hanyalah konsekuensi dari keberanian untuk menetapkan tujuan dan kecerdasan untuk mengatur ulang orientasi ketika sudah mulai berjalan di tanjakan.