Kata hukum cara berpikir sistem ke tujuh, cause and effect are not closely related secara linear. Jadi makan dan kenyang itu bukan sebab akibat. Habis makan jadi kenyang adalah satu paket sebab.
Terus akibatnya apa? Karena sebab akibat tidak berhubungan dekat secara linear tadi, paling dekat dari sebab makan jadi kenyang adalah ketagihan. Setiap menghadapi persoalan bawaannya jadi pengen jajan.
Bersandingan dengan hukum ini, ada prinsip dari 12 leverage points yang ke tujuh juga yaitu set timing. Maksudnya adalah berlandaskan kesadaran waktu bahwa segala sesuatu ada periodenya, penuhi tepat waktu.
Misalnya, menetapkan periode untuk mengikuti ketagihan makan setiap ada persoalan itu untuk tiga kali tiga periode. Setelah itu ketetapannya apa? Kalau ketagihan itu mereda ya lanjutkan, kalau masih ketagihan ya hentikan.
Tepat waktu, jadi tidak bisa sekarang atau besok atau lusa atau minggu depan. Bulan depan juga gak bisa. Nanti, setelah tiga kali tiga periode itu. Makanya, jadi tidak ada yang tiba-tiba kan.
Kalau masih merespon reaita dengan komtenar "gak tau, tiba-tiba aja gitu." Kemungkinan besar dengan peluang besarnya (biar gak bilang pasti) adalah indikator kurang peka (sadar lingkungan) dan/atau terlalu sensitif (sadar diri) saja itu.
Sebenarnya, 11 laws of systems thinking pun tidak berkaitan dekat secara linear. Seperti hukum ketujuh ini, penyebabnya adalah hukum ketiga. Behaviour always grow better before get worse. Dan mengakibatkan aktifnya hukum ke sebelas, there is no blame.