Jalanin dulu aja, nanti juga nemu jalannya kemana. Kerjakan dulu saja, nanti juga nemu caranya bagaimana. Mengapa terlalu banyak berpikir berencana, terlalu banyak berolah kata berkira-kira. Letakkan tangan pada alat, terapkan pada bahan. Nanti gimana ya gimana nanti, selama berfungsi sesuai tujuan penggunaan kan.
Memang jadinya tampak terlalu sembrono dan mementingkan diri sendiri. Padahal, aku hanya melakukan apa yang bisa aku lakukan. Paling jauh, aku hanya melakukan yang kurasa bisa kulakukan. Eksplorasi tiada henti, kan penemuan diriku melalui apa yang kulakukan. Yaa.. memang sih ini bentuk mementingkan diri sendiri.
Makanya aku butuh struktur yang jelas dan sistem yang mengikat. Bukan untuk kupenuhi dan kupatuhi, justru untuk acuan sejauh mana ku bisa melanggar dan sejauh mana ku bisa mengikutinya. Semacam, tindakan liar tanpa perhitungan pun perlu berada dalam koridor rasa aman. Kelihatan berantakan memang, hanya tetap sadar koq.
Sadar kalau itu semua berantakan. Lumayan dong, daripada gak sadar kalau berantakan. Ya, ini pembelaan. Pembenaran juga. Karena semakin liar dan semakin spontan tindakanku, semakin terasa bahwa yang kuperlukan adalah kejelasan orientasi dan ketegasan visi. Semua coba-cobaku itu kan hanya untuk menemukan yang paling ideal.