AES382 Kekuasaan (3)
leoamurist
Tuesday January 31 2023, 11:45 PM

Instrumen yang memastikan kehampir pastian ini agar menjadi sesuatu yang relatif absolut ini adalah instrumen-instrumen yang beragam dalam satu kesatuan. Dengan kesadaran bahwa jalan termudah untuk keluar dari keterjebakan seringkali dan hampir selalu adalah jalan cepat untuk masuk kembali kepada keterjebakan, evolusi adalah kunci dan anak kuncinya adalah instrumen. Percuma menemukan kunci tanpa anak kunci yang membukanya, hanya jadi pemuja gerbang depan yang menceritakan isi ruangan tanpa pernah menapakan kaki di dalamnya. Bukan pada celoteh kuncinya adalah kesadaran, malahan pada membuka kunci kesadaran dengan kebiasaan baru yang menyadarkan. Dengan bantuan instrumen yang tepat.

Yang tepat adalah yang cepat, karena realita sekarang ada di sini di saat ini. Terlalu sibuk dengan fakta hanya melahirkan wacana, terlalu sibuk dengan yang sudah ada hanya melompat kepada yang akan ada. Yang keduanya tidak benar-benar ada, hanya fenomena dalam kepala yang diulang-ulang lidah tanpa kreasi dari tangan untuk dibagikan. Karena yang bergandengan adalah tangan dan bukan lidah, percuma kalau hanya bahas fakta dan balas wacana tanpa instrumentasi merespon realita. Kesadaran yang perlu diaktifkan di tahap ini adalah bahwa sebab dan akibat, tindakan dan dampak, aksi dan reaksi, tidak berhubungan secara langsung dan dekat. Tidak langsung, makanya tidak guna berlambat-lambat agar selamat.

Malahan celaka lah berlambat-lambat asal selamat itu, karena yang ada jelas ada dan yang tidak ada jelas tidak ada. Demi sekarang, kesekarangan, dan sesekarang-sekarangnya. Nanti itu tidak ada. Nanti nanti jadi mati, ntar ntar malah terlantar. Yang tepat adalah yang cepat, haus sekarang ya minum sekarang, kebelet sekarang buang air sekarang. Karena tidak berhubungan secara langsung, bangunlah keterhubungan yang saling tergantung itu secepat-cepatnya sekarang. Waktu yang paling tepat adalah sekarang kan. Hambatan terbesar hanyalah alasan untuk menolak kemajuan dan perkembangan, karena yang menakutkan bukanlah mendapatkan hal baru malahan kehilangan hal lama yang sudah jadi kebiasaan familiar berulang.

Padahal, hal baru yang enggan didapatkan dengan beragam alasan dan pembenaran adalah kesadaran bahwa tidak selamanya kemajuan dan perkembangan itu berjalan. Keduanya hanya satu langkah dari banyak langkah dari perjalanan, bahwa langkah selanjutnya adalah kemunduran dan penyusutan. Langkah selanjutnya dari pergerakan adalah pendiaman, dari peningkatan ke penurunan, dari tenang ke gelisah. Langkah lanjutnya lagi adalah dari gelisah ke tenang, dari turun ke naik, dari diam ke gerak. Hey! Setakut itukah pada gerak sehingga mematikannya dengan kemapanan?! Pemuja sistem lupa pada struktur, pemuja konten lupa pada konteks, padahal lebih penting wadah daripada isi. Wajar, yasudahlah, baiklah.