Menemukan kata dari bahasa sanskerta ini, bikin segar pandangan perihal "akar." Bukan hanya soal asal, tidak melulu soal dasar, lebih luas lagi ini mencakup soal ruang, naungan, bahkan sampai menyentuh bentuk dan tata laksana. Akāra, ākāra, ākara, akara.
Soal bentuk, jadi teringat kalimat lama yang jadi favorit saya, "Wadah lebih penting daripada isi." Seperti air dan udara adalah penting, sehingga paru-paru dan lambung jadi lebih penting. Pada wadah lah kehidupan terjadi, pun bentuk itu sendiri adalah kehidupan.
Salah satu jalan (dao) kembali ke akar bisa jadi adalah kembali ke bentuk. Misalnya menggunakan bentuk kaki panjang untuk bersepeda dan memanfaatkannya untuk menemani banyak orang yang ingin menelusuri pojok kota menemukan kisah bersejarah seabad yang lalu.
Yang lain juga bisa menggunakan bentuk jemari kekar untuk menulis banyak dan memanfaatkannya untuk merangkai foto bercerita dari penelusuran menjadi kisah yang bisa jadi sejarah seabad kemudian. Kembali ke bentuk, mengisinya, lalu menempatkannya dalam ruang yang memang peruntukannya.
Lebih jauh lagi, melampaui bentuk bisa jadi naungan, landasan, bahkan ruangan. Sepertinya saya pernah nulis soal ini. Hanya lupa AES yang nomor berapa. Hmm... perlu merunut berita acara (ākāra) tulisan-tulisan lalu nih.
Menarik! Nanti kujawab lagi ah, yg "wadah lebih penting dari isi" hahahai Tapi aku jadi kepikir tentang "destiny" berbeda dengan profesi (peran) dalam hidup. Dalam bahasa lain "misi jiwa", berbeda dengan bakat dan cita-cita. Nuhun Kak Leo 🙏😊