AES005 - Leukas dan Kompetisi
Lovendria
Monday November 6 2023, 7:19 PM
AES005 - Leukas dan Kompetisi

"Ce, besok kita leukas! Kelompok kita sekarang juara 1." Begitu ajakku ke Trystin sepulang dari pertandingan catur King. Anak-anak sudah kelelahan, berangkat subuh jam 5 ke ITB Jatinangor sampai di rumah jam 22. Tidak ada jawaban iya atau tidak. Mereka langsung ketiduran di mobil. 

Pagi ini, istriku sendiri masih kelelahan. Dia bilang, Trystin masih ada tugas sekolah yang belum dikerjakan. Jadi pagi ini lagi dibuat dan kemungkinan tidak bisa leukas. Dan memang, tadi Trystin bangun langsung masuk ke kamar kerja. Dan akupun duduk di meja komputer untuk melihat beberapa transaksi kemarin.

"Pa, masih sempat leukas?" Tanya Trystin tiba-tiba. kulihat jam, waktunya sudah sangat mepet. "Kamu mau?" Tanyaku balik. Trystin tersenyum dan mengganguk. "Hayu, kita pakai motor ke Setrasarinya, tapi nanti harus jalan cepat. Harusnya masih bisa. Kamu sanggup?" Tanyaku lagi. Segera dia mengiyakan dan bergegas menggambil perlengkapan sekolah dan turun ke bawah.

Sesampainya di Setrasari, kami langsung berjalan cepat. "Jadi kita sudah berapa km Pa?" Tanya Trystin. "Terakhir di angka 68 km." Jawabku. "Kalau juara duanya?" Tanyanya lagi. "Di 40 km lebih." Dia langsung tersenyum. "Kita bisa menang Pa!" Ucapnya dengan percaya diri. "Belum tentu Ce. Ada Kak Diki yg naik sepeda, dia yang kumpulkan 40 km dengan sekali jalan. Ayo, kita harus sedikit lari ini. Sudah jam 7 lewat 7." Ajakku karena hampir telat. "Kalau begitu, kita naik sepeda juga dari rumah Pa, dari jam 4 pagi" Semangatnya malah berkobar. Senang sekali rasanya dia mau berjuang.

"Leukas ini sampe kapan Pa?" Tanyanya lagi. Sebenarnya saya ga tahu sampe kapan. Seingat saya program 2 minggu, tapi ga tahu dari kapan. "Kurang lebih 2 minggu Ce, tapi nanti kita bakal jadwalkan tiap senin, kita tetap leukas." Jawabku. "Kalau gitu, nanti kalau ada program leukas lagi, kita sudah kumpulkan banyak sekali kilometernya Pa." Ucapnya polos. Aku tertawa, dia suka sekali kompetisi. "Nanti kalau ada leukas lagi, yang dihitung bukan semua waktunya. Tapi yang masuk dalam periodenya saja." 

 "Cece mau hadiahnya ya Pa." Katanya sambil berlari-lari kecil. "Hadiahnya nanti dibagi ke kelompok Ce. Bukan untuk kita." (Saya baru ingat waktu nulis ini, belum tentu dapat hadiah juga ya. Tadi kepikiran seperti hadiah selametan kemarin.) "Ce, hadiahnya untuk kelompok sendiri belum cukup." Lalu kami tertawa bersama-sama. Tidak terasa kami sudah sampai di sekolah. Hampir sepanjang jalan, kami bergandengan tangan. Tingginya sudah se mamanya. Tapi tingkahnya masih anak-anak. Sambil leukas, dia membawa laptop dan botol air. Cukup berat, saya selalu ingin membantunya. Setiap diminta, sini papa bantu. Pasti dijawab, "Ini mah ringan Pa." 

Semoga menjadi salah satu momen yang akan diingat si Cece. Sekali lagi terima kasih Leukas.