Diakui tak diakui, disadari tak disadari, kita senang menghakimi diri dan orang lain.
Bahkan, tak jarang kita menghakimi pikiran kita sendiri. Sehingga mereka lahir tidak dalam keadaan netral (apa adanya), karena sudah terluka oleh penghakiman kita sendiri. Parahnya lagi, kita sering tak kenal dan tak peduli pada pikiran kita sendiri.
Dalam banyak kejadian, nasehat sering ditanggapi; "Ngomong mah gampang, menjalaninya susah". Memang. Namun, bisa dipastikan; itu menjadi susah karena tidak diawali dengan pengenalan kita pada diri sendiri dan kerelaan kita untuk tidak menghakimi pikiran juga perilaku kita. Ternyata, bagian tersulit dari mengubah diri adalah pengenalan pada diri dan berhenti menghakimi pikiran dan diri sendiri.
Banyak orang takut kehilangan hal atau benda ini dan itu, sementara dirinya sendiri sudah lama hilang dan tak disadari. Kalau kata Silampukau; "kota tumbuh kian asing, kian tak peduli". Apakah kita hendak menjadi sama? Kian asing dan kian tak peduli pada diri yang sejati.