AES23 Bukan Klab Menulis Biasa
matheusaribowo
Friday September 23 2022, 11:24 AM
AES23 Bukan Klab Menulis Biasa

Ini sedikit cerita tentang klab menulis yang kami sebut CSWC. Kami menulis bersama setiap hari Kamis malam. Dengan tema, tempat, dan host yang berbeda-beda. Edisi tadi malam saya menjadi host. Maka saya bertugas memilih tempat, menentukan tema, dan membuat aturan main untuk menulis. Sedikit mencuri ide dari Pembekalan Kakak pekan lalu di Suka Ampat, saya mengajak teman-teman CSWC untuk free writing yang sebelumnya saya kenal dengan istilah intuitif writing. Sebelum menulis, setiap orang saya persilakan memilih angka 1-9 sebagai perwakilan dari sebuah metode tes kepribadian yang disebut enneagram. Setelah memilih satu angka, saya berikan sealbum Enneagram - Sleeping At Last. Sambil mendengarkan album itu menggunakan headset, setiap orang menggoreskan pena pada kertas yang telah disediakan. Semua masih asik menulis setelah 15 menit berlalu. Baru di menit 20 semua "berhenti atau menghentikan" proses berpikir dan menulis. Dan di bawah ini review saya tentang kegiatan tadi malam.

Kita sering menghakimi pikiran kita, bahkan ketika pikiran belum menjadi kata-kata atau tulisan.
Kita sering menghakimi kata-kata, bahkan ketika telah sangat lama tersapu angin.
Kita sering menghakimi tulisan, bahkan saat tintanya belum kering.

Malam ini, semua menjadi sunyi. Tak ada penghakiman atas perasaan, pikiran, dan tulisan sendiri. Semua mencukupkan dan menyerahkan pada tarian pena. Hanyut dalam pikiran-pikiran yang jujur. Larut dalam rasa tanpa noda.

Album Enneagram dari Sleeping At Last berhasil memeluk kami dalam aroma hangat dan empati yang tulus. Kita semua duduk dan melepaskan tulisan tanpa kemelekatan. Menjadi tulisan-tulisan yang sangat pribadi dan membawa serta gelombangnya masing-masing. Kata cukup menjadi hentinya. Tanpa disadari, sering kali henti juga menyelamatkan.

Enneagram juga mengingatkan kita untuk mempertanyakan, alih-alih melabeli diri dengan begitu banyak penghakiman di luar dan dalam. Ketika kita memilih satu identitas atau kesejatian diri, enneagram mengajak kita untuk bertanya, mengapa kita memilih atau merasa demikian? Siapa aku? Siapa saya? Dalam pertanyaan-pertanyaan, kita patut meyakini bahwa dengan atau tanpa melakukan apapun, kita tetap bernilai, berharga, dan bermakna.

Kami menutup sesi pembacaan menulis dengan waktu hening, untuk mengendapkan segala rasa yang tertuang dan terjaga malam itu. Semoga kita selalu cukup untuk diri masing-masing.

Terima kasih untuk siapa saja yang memutuskan hadir malam ini. Olehkarenanya malam ini semakin lengkap dan terisi.

Kamis, tanggal 22 tahun 2022 di Jalan Tongkeng 44, kami akhiri ibadah menulis malam Jumat tepat pukul 21.21.

maulrest
@maulrest   4 years ago
Kak Mamat sebetulnya saya belum baca, tapi saya komen dulu, saya akan coba baca setelah ini. Salam dari anggota Klab Menulis Biasa.
You May Also Like