Sampai saya mulai mengetik kata dan kalimat pertama ini, saya belum tahu mau menulis apa. Mungkin memang seperti ini cara kerja eksplorer dalam diri saya. Terus melalukan percobaan. Mulai saja dulu. Coba saja apa yang baru. Tak jarang kegagalan terjadi. Tetapi itu bukan masalah besar untuk sang eksplorer ini. Ketika dunia/sosial menganggap kegagalan atau kesalah sebagai hal yang negatif atau buruk, hal itu tidak berlaku bagi sang eksplorer. Kegagalan dan kesalahan dipandang netral, justru menjadi jalan menuju petualangan seru berikutnya. Nah, saya sudah menyelesaikan 1 paragraf. Gagal atau berhasil? Tidak masalah bagi saya.
Seperti juga saya ketahui bahwa eksplorer itu selalu berdasar dari pengalamannya, maka paragraf 1 juga selesai karena pengalaman itu. 3 minggu 3 sesi mengikuti kelas Human Design bersama Kak Irwin dan kakak-kakak lain. Ini bekal pengalaman yang kemudian bisa menjadi cerita, tulisan, dan pastinya perenungan panjang. Tak lupa menjadi obat atas perasaan; "orang lain tak mengerti cara berpikir saya". Karena memang setiap kita berbeda dan ajaib adanya. Ada dunia paralel yang berjalan bersama ketika 3 minggu mengikuti sesi Human Design. Ini juga terjadi karena ternyata saya Manisfesting Generator, yang juga energy type. Bisa multitasking didukung energi yang besar.
Dunia paralel pertama adalah saya juga sedang membaca dan mengikuti tes arketipe. Suatu cara atau teori memetakan jenis kepribadian berdasar teori Ketidaksadaran Kolektif dari seorang ahli psikoanalisis Carl Jung. Ini juga tidak kalah menarik dengan Human Design, meski tidak sedetail Human Design dan berbasis pada kecenderungan atau pola-pola kondisioning. Dan ajaibnya, hasil tes saya adalah Explorer dan Explorer. Identik eksplorer. Memang biasanya hasil dari tes ini akan menyajikan 2 jenis arketipe dominan. Misalnya explorer dan innocent, rebel dan caregiver, dan sebagainya. Tetapi saya identik eksplorer. Selaras sekali dengan profil 3 pada chart Human Design saya. Dan dari penjelasan Kak Irwin juga kemudian saya ketahui, ada sosok kuda berkepala manusia pada profil saya. Itu adalah penggambaran dari simbol Sagitarius, zodiak saya.
Sejak sesi pertama saya lebih sering terkagum-kagum dengan keajaiban setiap manusia dari pemaparan human design. Hingga sesi 3, saya sepenuhnya terkagum-kagum. Rasa syukur untuk segala perjalanan dan bekal yang Tuhan semesta alam berikan bagi kita, maupun saya secara pribadi. Termasuk keberadaan saya sekarang di Rumah Belajar Semi Palar ini. Kalau dari perbincangan makan siang bersama kak Andy, "ini sudah tercebur ke alirannya, sehingga sekarang tinggal mengalir." Effortless.
Dunia paralel kedua adalah
to be continued...
saya 3 juga kak ...he..he..
Iya pak, di kelas kemarin hanya Pak @heningrumahhati_cahyu , saya, dan Kak Yanti yg consiousnessnya line 3. hehe