Aku selalu penasaran, sejauh apa batasan semesta ini? Setiap kali membaca tentang perjalanan waktu, pikiranku selalu melayang ke lubang hitam sebuah portal yang katanya bisa membawa kita melompati dimensi. Apakah itu mungkin? Apakah waktu benar-benar bisa dilipat seperti kertas, memungkinkan kita untuk berjalan di atasnya? Aku bukan ilmuwan, tapi aku menikmati perdebatan ini. Setidaknya dalam pikiranku, aku bisa menjelajahi batas-batas yang belum tersentuh manusia.
Salah satu jalan yang memungkinkan, katanya, adalah melewati lubang hitam. Tapi lubang hitam sendiri masih jadi misteri, apakah dia benar-benar gerbang ke masa lalu atau masa depan? Atau hanya sebuah kehampaan tanpa jalan keluar? Kenapa aku membahas ini di AES? Mungkin karena aku lagi tenggelam dalam banyak literatur, mulai dari Stephen Hawking, Albert Einstein, hingga teori-teori gila tentang dilatasi waktu. Atau mungkin karena aku sedang ingin menulis buku science fiction, dan aku butuh sesuatu yang bisa membuat cerita itu terasa nyata. Di satu sisi, kita masih berdebat apakah perjalanan waktu itu mungkin. Tapi di sisi lain, aku pikir kita semua sedang melakukannya.
Kita adalah penjelajah waktu, hanya saja kita bergerak satu arah maju. Bukan dengan mesin, bukan dengan lubang hitam, tapi dengan kehidupan itu sendiri. Mungkin batasan semesta bukan di luar sana. Mungkin batasannya ada di dalam pikiran kita sendiri.