AES 44 Dorong tak Dosa
matheusaribowo
Tuesday May 30 2023, 6:30 PM
AES 44 Dorong tak Dosa

Ada sebuah lagu karya seorang teman di Solo, berjudul "Nol". Liriknya menarasikan keikhlasan dan "mengosongkan diri".

Sederhana sekali liriknya : 

Kita hanya butuh
keikhlasan untuk menjalani semua
Mungkin terlihat lemah
Ketika dicaci tapi mengampuni

Kita hanya butuh
keikhlasan tanpa perlu pengakuan
Mungkin terlihat lemah
Ketika kebaikan tidak diakui

Betapa senang kita mencari pengakuan dan pembuktian diri. Tanpa menyadari hal itu tersirat dan terbaca oleh orang lain. Salah satunya dalam hal per-bike-an (persepedaan). Istilah matador (manggih tanjakan dorong) pastilah dikenal para pesepeda. Kurang lebih bisa diartikan kalau ketemu tanjakan didorong sepedanya, atau tidak kuat nanjak. Kemudian banyak pesepeda yang "demi gengsi" memaksakan diri agar kuat nanjak. Padahal dorong sepeda itu tidak dosa. Sampai harus bawa-bawa perihal dosa untuk persoalan bersepeda. 

Sayangnya, tidak hanya di hal bersepeda saja kita mengejar pembuktian dan pengakuan. Merasa segala hal harus dibuktikan agar diketahui semua orang. Aku pun tak terlepas dari persoalan pembuktian ini. Sadar betul masih sering tersedot arus pembuktian dan pengAKUan ini. Hingga akhir tahun lalu, memutuskan tema tahunan untuk 2023 adalah Rendah Hati. Mencakup di dalamnya kata "ikhlas". Sesuai lirik lagu di atas. Maka berkembang menjadi frasa "jalan sunyi". Mencoba sehening mungkin dalam melakukan hal-hal tertentu. Tak terlihat tak apa. Bahwa ini "bukan aku". Bahwa aku hanya pembawa pesan dan "pesannya" yang perlu dilihat. Ini pula yang semakin mendorong tekad untuk semakin masuk ke dalam diri. Apakah proses yang mudah? Sudah barangtentu tidak sama sekali. Sebab yang ditekan adalah ego manusiawi sendiri.

"Mengurangi power" juga pernah kutanyakan pada sesi Human Design. Bukan berarti aku ingin mengingkari diri sebagai pemiliki line 6 (role model) meski pada sisi unconsiousness. Maksudku adalah menjadi sederhana tanpa perlu banyak pembuktian dan pengAKUan. Mengurangi sisi diri (membuktikan atau pengakuan) yang lebih banyak dilihat orang. Pun dalam hal bersepeda, entah berapa kali aku mendorong sepeda saat tidak kuat menanjak. Atau memutuskan DNF (did not finish) pada event lari saat merasa kaki mengalami cidera dan tak perlu memaksakannya.  

Kita hanya butuh
keikhlasan untuk menjalani semua
Mungkin terlihat lemah
Ketika dicaci tapi mengampuni

Kita hanya butuh
keikhlasan tanpa perlu pengakuan
Mungkin terlihat lemah
Ketika kebaikan tidak diakui

Sekali lagi, lirik lagu ini menjadi pengiring tema tahunan yang tepat bagiku. Jalan sunyi dan keikhlasan.

Andy Sutioso
@kak-andy   3 years ago
Namaste 🙏🙏🙏 kak Mamat.
matheusaribowo
@matheusaribowo   3 years ago
@kak-andy 🙏🙏🙏