AES059 - Berburu Kios Rok Siluman
Ara Djati
Monday October 14 2024, 8:41 PM
AES059 - Berburu Kios Rok Siluman

Dalam rangka mencari kostum untuk proyek drama kami, hari ini kami pergi ke Pasar Cimol Gedebage untuk mencari baju bekas yang kira-kira cocok. Kami sudah berrencana untuk membeli berbagai pakaian: kebaya, kain, blangkon, perhiasan, hairnet, cheongsam, surjan…

Tentu saja, begitu kami melangkah masuk pasar, menjadi sangat jelas bahwa akan sulit mencari semua itu di sini. Pakaian yang dijual di situ kebanyakan pakaian modern. Kebaya, kain, dan sebagainya akan mudah ditemukan di pasar di Jawa Tengah. Tapi di sini?

Kami keliling-keliling pasar, bertanya pada orang-orang di mana ada yang menjual kebaya. Ada bapak-bapak yang bilang tidak ada, ada ibu-ibu yang bilang ada di blok F. Kami memutari blok F, menelusuri tiap lorongnya, lalu tiba-tiba ada bapak-bapak yang berkata bahwa kebaya ada di blok A. Kami jalan memutari seluruh pasar, berpanas-panas, berdesakan, satu barisan. Kami tetap tidak secarik kain kebaya di manapun. Jadi kami istirahat untuk beli minum di warung di luar pasar.

Semakin siang, semakin banyak pengunjung yang datang ke pasar. Kios-kios yang tadinya tutup juga banyak yang mulai buka. Termasuk, yang membuat kami luar biasa senang, kios kebaya! Kami membeli rok kain batik, tapi tidak ada kebaya yang tampak cocok, jadi kami putuskan akan menggunakan kebaya-kebaya yang sudah kami miliki di rumah. Yang mengejutkan, kami justru menemukan pakaian yang paling tidak diduga akan kami temukan: cheongsam. Ada sebuah kios di dekat pintu masuk, sepenuhnya menjual pakaian berwarna putih. Salah satunya adalah sebuah atasan dengan kerah mirip cheongsam. Harganya mahal, apalagi untuk barang bekas, tapi penjualnya tampak amat keras kepala jadi kami hanya berhasil menawar 5.000.

Saat awal-awal kami masuk, ada sebuah kios yang menjual banyak sekali rok indah. Semuanya disusun rapi, berderet-deret, berbagai macam model dan warna. Saat itu, kami mau memprioritaskan mencari kostum, jadi kami pikir nanti saja ke situ. Tragisnya, kami lupa kios itu ada di mana. Kami benar-benar menelusuri pasar dari ujung sampai ujung, tiap lorong, tiap kelokan, tapi tidak menemukan kios itu lagi. Benar-benar tidak ada! Kami bilang jangan-jangan itu kios siluman yang hanya muncul untuk orang yang beli pertama kali.

Aku seringkali menemukan diriku menyesali sesuatu. Hilangnya surat yang kutulis karena lupa disimpan di mana, tidak mengatakan sesuatu karena malu. Hari ini aku sangat menyesal tidak membuat patokan atau apapun untuk mengingat letak kios itu. Aku merasa kurang memanfaatkan kunjunganku. Kami sudah jauh-jauh naik kereta satu jam, tapi tidak menemukan banyak. Untuk menutupi rasa sesal itu, selalu aku pikir, ini untuk belajar, ini untuk pengalaman. Kalau begitu, semua sesalan itu bisa dibawa santai. Hari yang panas dan tidak produktif di pasar bisa jadi hari yang mengajarkan banyak hal tentang berrencana ke depan dan efektif berbelanja. Kapan-kapan aku mau ke situ lagi, dengan berlandaskan pengalamanku hari ini dan perencanaan yang lebih baik, dan pasti aku akan jauh lebih menikmatinya.

foto: jins impor dari jepang yg sulamannya luar biasa lucu!!! tapi tidak jadi kubeli karena tak akan pernah aku pakai. mau coba menyulam baju aku kaya gitu kapan2