AES104 Membaca Tenang
matheusaribowo
Wednesday September 2 2026, 1:41 PM
AES104 Membaca Tenang

Dalam sebuah wawancara, Ibu Reda Gaudiamo mengatakan bahwa "Buku membantu kita lebih tenang, seperti kopi yang memberi waktu kepada ampasnya turun." Kemudian saya menyadari, hal ini pun berkaitan dengan ritme kota, atau bahkan ritme kehidupan secara luas zaman ini. Di mana semua dituntut serba cepat dan "DILARANG MEMBUANG WAKTU!". Maka manusia mulai memetakan dan memilih, jenis kegiatan yang masuk kategori buang waktu dan yang "produktif". Sayangnya (menurut hemat saya), masih banyak yang memasukkan aktivitas membaca buku ke dalam kategori "membuang waktu". Sebab tidak (langsung) menghasilkan sesuatu yang bernilai material atau ada hitungan ekonominya.

Terlebih ketika arus informasi dan teknologi berkembang pesat agar "kita dapat terus berada dalam arus", gawai lebih dipilih untuk mengisi "waktu senggang". Setidaknya, meski tidak langsung menghasilkan uang, tetapi orang tetap "merasa" terhubung atau tetap berada dalam arus. Maka kehidupan terasa menjadi begitu tergesa, begitu memburu, dikejar rasa bersalah (membuang waktu), sekaligus memadamkan pijar sendiri (untuk tetap selaras dan berkesadaran).

WhatsApp Image 20260902 at 14.03.21 1.jpegWhatsApp Image 20260902 at 14.03.21.jpeg 

Foto di kanan dan kiri saya saat menunggu kereta sembari membaca buku di stasiun. Teramati hampir semua orang fokus pada gawainya.

Kita bisa memilih, mau mengategorikan membaca buku di sisi yang mana, dan kita pun boleh memilih untuk tetap berada dalam arus. Lantas, "opsi lain"nya apa?

Sebelum mencari opsi lain, mari kita tengok ke dalam, kita ada di mana sekarang? Apa yang membuat kita tenang, hari ini, saat ini?

You May Also Like