AES028 Antara Kucing, FestLit, dan Merica
Mega
Sunday February 26 2023, 7:45 PM
AES028 Antara Kucing, FestLit, dan Merica

Festbuk akan hadir kembali, yeay! Itu yang disampaikan Kak Ine di awal tahun ini. Lalu segala persiapan dilakukan untuk perhelatan itu, dimulai dengan rapat perdana pada 16 Januari 2023. Supaya aura literasi selaras tema TP ini semakin kental, Kak Andy mengusulkan nama baru: Festival Literasi, dengan akronim FestLit. Logo baru pun dibuat dan seperti biasa kami meminta bantuan Bram, desainer grafis andalan Smipa.

Persiapan selama enam minggu tak terasa, karena terpotong kesibukan Taki-Taki awal semester. Kemudian, seolah berpacu dengan waktu, tahu-tahu FestLit sudah di depan mata. Kesibukan memuncak di minggu terakhir menjelang kegiatan itu. Buku-buku untuk Situbucang sudah melewati angka seribu dan buku untuk dijual di bursa internal juga sudah mencapai angka di atas dua ratus. Senang, tentu saja. Terbayang puluhan pasang mata kecil yang berbinar melihat buku warna-warni berserakan di lantai seolah memanggil pemilik barunya.

Namun, di antara semua perasaan senang, tak sabar, deg-degan akan cuaca di hari besar itu, muncul cerita yang kurang menyenangkan. Dus berisi buku untuk Situbucang di balado dikencingi –uups–  kucing! Waduuuh… si Pus sudah merambah gudang penyimpanan buku-buku untuk FestLit rupanya. Jangan-jangan ia datang untuk mencari buku James Heriot, ingin membaca kisah tentang teman-temannya di belahan lain bumi ini, di antara dus-dus penuh berisi buku itu, hahaha… Untungnya, buku di dalam dus masih aman. Tapi kami khawatir kalau-kalau mereka (iya mereka, karena ada beberapa ekor kucing yang berkeliaran di area Smipa) kembali lagi dan melepas hajatnya di sana. Akhirnya, dua hari sebelum FestLit aku dan Aileen mencoba menaburkan bubuk merica di sekitar dus-dus buku itu, berharap mereka menjauh karena tidak tahan mencium bau pedasnya. Ritual ini kami ulangi keesokan harinya. Apakah efektif? Entahlah, yang pasti sampai hari H tiba, buku-buku untuk FestLit aman dan kami tidak menemukan lagi jejak pulau di sekitar dus penyimpanan buku.

Dan hari yang ditunggu-tunggu pun tiba. Di antara derai hujan yang setia menemani, di antara binar mata dan gelak tawa anak-anak yang kesenangan mendapat buku ‘baru’, di antara senyum kepuasan para panitia, terbersit rasa syukur yang mendalam. Terima kasih Semesta, Festival Literasi pertama pasca pandemi berjalan lancar. Sampai jumpa di semester depan!