AES 009|WAKTU HENING-MEDITASI DAN KESUFIAN
minfadlyrobby
Monday May 26 2025, 9:51 PM

pexelsguruhbudi43016774430692228.jpg

Waktu hening merupakan waktu yang ada di Rumah Belajar Semi Palar yang dilakukan sebelum mulai belajar. Caranya melakukannya yaitu Kakak Fasilitator dan siswa menutup mata selama 7-10 menit dan hening seperti meditasi. Semuanya diam dan meresapi segala tarikan nafas serta pusatkan ada di dahi. Juga meresapi alam sekitar. Aku selama magang di Rumah Belajar Semi Palar ada pada pengalaman mengalami waktu hening yang sangat transendens.

Rasanya sangat nyaman setelah waktu hening dan mengalami pengalaman yang trans tersebut. Pikiran menjadi ringan. Jadi manfaatnya tidak hanya untuk tubuh tetapi juga ibadah yaitu berzikir. Praktik ini dekat dengan bagaimana para sufi mendekatkan diri dengan Tuhan.

Para sufi yang dalam beberapa bacaan saya ataupu saat menyimak kuliah saya meyakini mereka berzikir dengan sangat khusyuk. Mereka mempusatkan semua unsur baik jasmani dan ruhani hanya kepada ilahi. Sehingga tubuh mereka seperti dekat sekali dengan Tuhan. Pada saat tersebut juga mereka melepas jubah keduniawian mereka.

Di saat waktu hening juga sama. Kita diam dan meresapi segala hal yang di sekitar kita. Aliran darah di tubuh, tarikan dan hembusan nafas, suara-suara sekitar, aroma-aroma di sekitar, dan segala hal lainnya. Kita sejenak berfokus dengan diri kita sendiri. Pada peresapan energi sekitar itu kita merasakan yang sangat spiritual dari energi sekitar. Nah pada saat itu jika titik pikiran kita difokuskan lebih dalam lagi dengan berzikir, seluruh bagian tubuh termasuk di dalamnya ruh akan transendensi. Seolah tubuh kita terlepas dari badan dan ruh kita melayang-layang. Tuhan juga seolah menyambut kita di sisinya.

Ketika waktu hening ini selesai tubuh yang tadinya serasa dekat dengan Tuhan lebih menyadari bahwa kita ini adalah manusia saja juga lebih siap menjalani hari karena sebelumnya kita serasa bertemu Tuhan. Juga seorang makhluk yang nantinya juga akan mati. Dunia yang kita pusingkan selama ini seharusnya didengarkan saja. Kita harus tetap berjalan dengan itu karena Tuhan juga akan bantu mewujudkan segala hal yang telah menjadi cita-cita kita selama terus berusaha sebaik mungkin.

Aku sudah mempraktikkan hal ini. Waktu hening dengan istigfar dan juga shalawat. Pikiran dan hati terasa lebih dekat dengan Tuhan. Pernah malah satu kali serasa ingin menangis ketika waktu hening ini. Perasaan ini antara terkoneksi langsung dengan Tuhan serta mengingat kesalahan yang pernah dibuat jadi menangis karena malu saat bertemu dengan Tuhan dengan tubuh yang “kotor”. Ketika melek kemauan untuk hidup lebih bermakna makin menguat.

Waktu hening dengan cara “kesufian”menjadi salah satu bentuk refresh diri kembali. Kita cukup mendengarkan kata-kata di otak yang bersahutan itu. Misalnya suaranya adalah soal kesuksesan di masa depan, dan lain sebagainya, keyakinan lainnya adalah bahwa ada Tuhan Yang Maha Besar akan membantu setiap langkah kita.

You May Also Like