Di tengah derasnya arus digital yang semakin memudahkan akses informasi dan hiburan (terutama gempuran medsos), keberadaan Festival Literasi Semi Palar 2026 tetap memiliki pesona dan nilai yang tak tergantikan. Tentunya ini bukan hanya tempat menulis dan perdagangan buku (bookselling) atau tempat pameran buku (book fair), tetapi secara silent berkontribusi pada pembentukan peradaban pola pikir berbasis literasi.
Mengunjungi Festival Literasi Semi Palar 2026 bukan sekadar soal menulis cerita dan membeli buku (buying activities), melainkan menyajikan berbagai pengalaman yang menyentuh lebih dari sekadar aktivitas fisik menulis, membaca dan pojok ilustrasi dari mata dan olah pikiran. Di sana, para pengunjung, khususnya anak-anak, diajak untuk merasakan keajaiban dunia (the amazing world) nyata yang berbeda dengan layar gadget yang mereka biasa sentuh. Mereka dapat mengakses buku-buku pelajaran (textbook), referensi (references book), novel, cerita bergambar (picture book, komik, dll), termasuk buku anak-anak (children’s book).
Ketika para pengunjung melangkah ke dalam , mereka disambut oleh aroma khas kertas dan tinta, yang secara tak sadar membangkitkan rasa ingin tahu dan semangat belajar. Mereka dapat menyentuh, membuka halaman demi halaman, dan memilih buku yang benar-benar menarik hati mereka. Proses ini menumbuhkan kemampuan memilih secara mandiri dan melatih rasa cinta terhadap bacaan, yang sulit didapatkan hanya lewat buku digital.
Festival Literasi Semi Palar 2026 adalah Festival Literasi yang paling seru yang pernah ada, karena bukan hanya sekedar menampilkan buku , tapi juga ada pojok Ilustrasi , Situbucang (Silih Tuker Buku Rencang) dan ditutup dengan Pertunjukan Tari tradisional Jawa , Sumatera, Kalimantan , Papua dan tari campuran Tradisional Bali dan Tari Kontemporer modern hasil karya Bude Ratna Semesta Tari dan teman-teman murid Semi PalarÂ
What a show!!