Menjadi content writer di organisasi-organisasi merupakan hal yang baru aku coba semasa pandemi ini. Setelah bosan dan merasa sedikit kebingungan dengan apa yang akan dilakukan untuk mengisi waktu, akhirnya aku mencari informasi. Informasi kelas online, FGD dan open recruitment organisasi. Awalnya hanya iseng tapi ternyata jadi ketagihan.
Pertamanya aku hanya mencoba apply ke salah satu organisasi, hanya mengisi form pendaftaran dan ternyata keterima. Tanpa ada proses screening, atau interview. Aku sempat mencoba menjadi public speaker, kemudian mencoba menjadi content writer. Dan ternyata aku suka!
Dari satu organisasi, mencoba ke organisasi lain dan tentunya dengan tantangan yang terus meningkat. Yang awalnya apply hanya mengisi gform, kemudian apply minta portofolio, CV dan sampai sekarang ada banyak yang perlu melalui proses interview. Interview ini sudah sempat aku tulis juga di atomic essay sebelumnya.
Senang sekali rasanya karena menjadi content writer tidak hanya menulis sebuah konten untuk dipublikasikan. Menjadi content writer di sebuah komunitas menuntut kita untuk bisa berkomunikasi dengan baik, etika dan sopan baik di grup maupun saat zoom. Menulis konten juga harus bisa mencari informasi terkini, selalu up to date dengan berita dan harus pintar-pintar mencari sumber yang terpercaya. Kita harus bisa mempertanggung jawabkan tulisan yang dibuat dan juga harus siap menerima revisi yang banyaaak dari atasan atau head of our division.Disini aku belajar untuk mau menerima kekurangan dan mau belajar, dengan mereka yang sudah lebih berpengalaman.
Yang awalnya aku pikir, menjadi content writer adalah hal yang mudah, ternyata sulit. Ada banyak hal yang perlu diperhatikan dan perlu dipelajari lebih lanjut. Dan saat ini, aku sedang berusaha mendorong diriku untuk mencoba hal baru, dengan tidak hanya menjadi content writer, tapi juga menjadi project manager, creative project dan lain sebagainya yang menurutku bisa menunjang kegiatanku di KPB.