AES054: Siap-tidak siap
haegenquinston
Monday October 11 2021, 2:51 PM
AES054: Siap-tidak siap

Siap tidaknya seseorang dalam melakukan suatu kegiatan, tergantung diri sendiri. Apakah sudah siap secara fisik? Secara mental? Secara psikis? Dan secara 'siap'nya sendiri? Kalua sudah, kita bisa. Kalau belum, bisa meragukan, karena ketidaksiapan menimbulkan kendala dan masalah. Setiap kegiatan pasti ada masalah, sekecil apapun. Itu sebabnya, kita tidak bisa benar-benar siap dalam hal apapun, karena terjadi suatu ketidaksempurnaan, yang meskipun pastinya diselesaikan, tetap pernah ada. Itu sebabnya, bahkan hal kecil yang menjadi persiapan pun perlu tidak diremehkan, kalau konsekuensinya besar.

Kesiapan materi dan teknis merupakan 2 hal yang menjadi titik tumpu di presentasiku hari ini. Materi-wise, aku sangat menguasainya dan powerpointnya pun lengkap. Namun, secara teknis aku tidak siap. Dalam artian, teknis berjalannya presentasi, properti-properti presentasi, dan juga teknis Zoom. Karena itu, aku malah jadi telat untuk memulai presentasi. Selain telat, hal-hal yang membuat aku tidak siap hari ini adalah tidak terduganya masalah di tengah jalan, misalnya adalah masalah wi-fi tidak stabil. Saking tidak stabilnya, sampai-sampai laptop keluar dari pertemuan Zoom secara sendirinya, akhirnya presentasi tertunda hingga durasi 1 jam, sangat keluar dari jalur sebenarnya. Meskipun di awal sudah merasa percaya diri, ternyata pada saat prakteknya, malahan lebih buruk dari ekspektasi terburuk.

Secara kesiapan, aku sebenarnya sudah ragu dan merasa ada yang 'hilang' dari persiapan presentasi kali ini. Misalnya, mic baru dicari pada saat malam sebelumnya, meminjam infocus, tripod yang memiliki masalah di bagian kabel hdmi, dan pula juga kurangnya persiapan gimana di hari sebelumnya. Salah satu hal yang berjalan cukup baik, tanpa persiapan, adalah latihan presentasi. Sebelumnya, aku sendiri membuat konten bahan presentasi secara mendalam dan revisi beberapa ulang kali (secara mandiri). Setelah itu, aku hanya menunggu hingga hari ini, tanpa persiapan di materi presentasinya sendiri. Jadi, selama ini aku ternyata belum latihan presentasi dan malahan langsung maju secara spontan. Kesiapanku dalam bidang tersebut kurang, tetapi aku sendiri saat presentasi pede-pede aja, dan bisa lancar secara spontan. Meskipun di beberapa momen, aku melakukan kesalahan diantaranya diam lama, banyak ehm, dan juga kesalahan penuturan kata. Di satu sisi lain, presentasi ini bisa melatihku untuk ngobrol secara langsung spontan tanpa persiapan. 

Yang paling fatal kali ini, dalam bentuk kesiapan menurutku adalah teknis program presentasi. Bukannya aku sudah menyiapkan dahulu presentasinya dalam bentuk ppt, karena 'ribet' perlu memindahkan 27 slide gambar dari Canva, malahan aku menyimpannya sendiri di Canva, alhasil akhirnya malah lebih ribet memakai Canva. Yang membuatnya lebih ribet adalah, karena tersimpan secara online dan wifi sempat mati. Presentasi tidak dapat diakses selama beberapa lama, yang menjadi tanggungannya adalah terbuangnya waktu presentasi. Juga karena itu, gambar pada presentasi tidak bisa muncul, dan beberapa slide kena skip. 

Apa yang bisa kupelajari dari sini? Kesiapan quote pada presentasi ddi akhir kata, malah mencerminkan presentasinya sendiri. Kalau tujuan tanpa perencanaan hanyalah impian. Aku hanya mengimpikan, bahwa presentasi ini bisa berjalan dengan lancar, tanpa dipikir dan direncanakan detail-detailnya. Secara mental, aku tidak siap karena 'kaget' tidak latihan presentasi di awal. Selain itu juga, aku baru ngeh, bahwa usaha yang kukeluarkan itu kurang. Akhir kata, kesiapan seseorang tidak tergantung akan takdir dan juga kemampuan mengerjakan. Kesiapan seseorang tergantung niat hati, dengan niat hati yang besar, aku pun bisa mengadakan presentasi hari Kamis lalu. Dengan niat hati yang tidak maksimal, akan terjadi seperti ini. Presentasinya kurang siap secara waktu (ditunda-tunda di pagi hari), dan juga secara teknis.