Sejak masa pandemi, kesukaanku mengikuti komunitas membawakan cukup banyak dampak positif. Aku mengikuti banyak komunitas, bertemu banyak teman baru dan pastinya mempelajari banyak hal baru. Aku sempat pindah-pindah komunitas dan berganti role disetiap komunitas untuk mengetahui kira-kita minatku ada dimana.
Sampai saat ini, bisa dibilang pengalaman komunitasku cukup banyak. Mulai dari komunitas remaja, komunitas relawan sampai komunitas perempuan seluruh Indonesia. Waktu itu sempat terbersit di pikiranku untuk membuat komunitasku sendiri, tapi rasanya mustahil. Aku ga punya teman yang aku rasa bisa menjadi temanku untuk membangun komunitas dan berdiskusi, dan aku juga tidak tahu komunitas seperti apa yang ingin aku bangun. Rasanya komunitas anak muda saat ini sudah banyak dan akan sayang kalau aku membangun komunitas yang sama. Akhirnya aku mengurungkan niatku dulu dan menunggu kapan dan siapa yang akan aku ajak untuk membangun komunitas ini.
Setelah menunggu cukup lama, 5 hari setelah aku menginjak usia 18 di tahun ini, aku melihat ada kesempatan untukku membangun komunitas sendiri, komunitas perempuan yang secara spesifik lebih membahas mengenai skincare and beauty. Aku sendiri bukan orang yang terbiasa mendalami dunia skincare and beauty, jadi aku berpikir cukup lama untuk mengambil tawaran ini. Setelah mempertimbangkan, akhirnya aku daftar dan ternyata aku TERPILIH. Jujur kaget karena aku blm punya partner, tidak mendalami dunia tersebut sebelumnya, jadi aku pikir ini akan menjadi tantangan besar untukku.
Saat terpilih aku langsung berpikir kira2 siapa temanku yang bisa aku ajak kerjasama membangun komunitas ini, pastinya ia memiliki pengalaman di bidang skincare and beauty serta setidaknya pernah mengalami kegiatan bersama komunitas. Akhirnya aku menemukan satu temanku yang sudah lama mendalami bidang skincare and beauty dan dia bersedia karena ia juga ingin bisa membangun komunitasnya sendiri.
Disini karena aku cuma berdua (timnya) jadi kami merangjkap menjadi banyak role. aku yang minat di menulis menjadi content writer kemudian merangkap juga jadi tim design dimana sebelumnya aku belum pernah design. Sungguh pengalaman baru dan berkesan untukku.
Karena visi misi kami sama, akhirnya kami berusaha membangun komunitas ini, mulai dari membuat rencana kerja, membuat visi misi, logo dan merencanakan sosial media kami. Cukup banyak yang kami lakukan dan tentunya perlu persiapan yang cukup lama. Ini adalah sepenggal ceritaku sampai akhirnya bisa mewujudkan mimpiku membangun komunitas sendiri. Meskipun diawal aku sempat merasa bingung dan putus asa, akhirnya tanpa aku sadari ada jalan yang terbuka. Coba kalau aku membangun komunitas itu kemarin, mgkn sekarang aku tidak akan bisa membangun komunitas ini. Untuk teman-teman yang kepo emngenai akun instagram komunitasku bisa cek @girlchangemaker yaa.. tunggu updateku selanjutnya!