AES#122 Cantik harus pake make up?
Natasha Setyamukti
Sunday February 27 2022, 3:45 PM
AES#122 Cantik harus pake make up?

Hari ini, aku dan beberapa temanku melakukan diskusi mengenai "apakah cantik harus menggunakan make up?". Walaupun hanya sekitar 40 menit dan hanya berempat, tapi kami mendapat cukup banyak sudut pandang baru mengenai kecantikan. Awalnya kami mendiskusikan definisi cantik, apakah cantik harus berdasarkan fisiknya atau seperti apa. Kami berdiskusi, sampai akhirnya keluar 1 statement bahwa cantik tidak harus dilihat dari fisiknya, karena kecantikan itu relatif. Memang diawal kita melihat dan menilai seseorang dari fisiknya, tapi setelah itu, ada poin penting yang menjadi penilaian yaitu karakter. 

Memang bohong disaat seseorang bilang "iya dia cantik, tapi aku ga mandang fisiknya kok". Tidak mungkin kita mau mendekati seseorang kalau secara fisik dia tidak menarik. Penelitian juga mengatakan, penilaian pertama itu pasti awalnya dari mata, dari apa yang kita lihat. Namun setelah itu, pasti ada banyak poin yang akan kita nilai, mulai dari karakter sampai kepintaran. 

Setelah itu, kami diskusi mengenai make up. Aku yang melontarkan pertanyaan, yaitu "apakah seorang perempuan itu wajib bisa make up?". Kami berdiskusi cukup lama, samai akhirnya sepakat bhawa seorang perempua tidak harus bisa make up, karena tujuan make up sendiri adlaah untuk menyempurkan sesuatu di wajah yang belum sempurna, sehingga sebetulnya tanpa menggunakan make up pun seorang perempuan sudah cantik. Kalau ia sudah percaya diri dan menerima dirinya, make up bukan lagi sebuah kewajiban. 

Selain itu, kemampuan seseorang untuk make up juga tidak memandang gender. Mau laki maupun perempuan, boleh saja menyukai dunia make up dan mahir di bidang tersebut. Kami setuju bahwa make up adalah sebuah seni, dan tidak boleh dikotak-kotakkan. Semua gender boleh mendalmai dunia itu dan tidak ada yang salah. Seni yang unik dan bukan menjadi kewajiban bagi sebuah kaum, misalnya kaum hawa.