Hari ini adalah hari pertama kami berangkat ke Gambung. Di awal sebelum kami berangkat ke Gambung, kami sempat terjebak di luar gerbang sekolah dan menunggu lama. Salahku pada saat itu adalah tidak menanyakan ke kakak, bisa mengkontak siapa untuk membuaka gerbangnya. Baru teringat saat hampir jam berangkat. Akhirnya kami dibukakan setelah dapat nomor A Oji dari Kak Mel, dan setelah ku kontak.
Setelah beres-beres perlengkapan untuk dibawa ke Gambung, kami langsung berangkat. Karena pakai mobil kakak dan penuh, akhirnya banyak bawaan yang kami pangku juga. Sedihnya di jok belakang laki-laki penuh dan dempetan. Kami diuji kesabaran di perjalanan ini, memakan waktu yang cukup lama kurang lebih 2 jam, mobil penuh karena bawaan sampai ke kursi penumpang, dan kami harus dempetan. Untungnya salah satu pindah saat sudah keluar tol ke motor kakak magang.
Senangnya saat sudah sampai di Gambung, kami langsung ngobrol singkat dengan Pak Vinan, dan langsung diskusi singkat kegiatan hari ini. Tiba-tiba kami melakukan rencana baru ynag berbeda dengan rencana diawal yang sudah kami buat. Kami ikut menanam tumbuhan capol/kapulaga, bersama Pak Dayat, yang awalnya tidak ada di rencana kegiatan. Walau pun begitu kami senang dengan kegiatan ynag kami lakukan. Mencangkul, menggarpu tanah, dan memindahkan bibit tanaman yang sudah tumbuh menjadi tunas. Tentu saja rasa lelah tetap terasa, apalagi akhir-akhir ini kami sudah tidak pernah lagi mencangkul tanah yang sulit itu. Rasanya satu tempat untuk menanam tunas tumbuhan, seperti mencangkul tanah untuk 3 tumbuhan. Malu sekali rasanya kami dilihat oleh Pak Dayat saat proses penanamannya, walau pun sudah dicontohkan dan di bantu, rasanya masih sulit. Mungkin karena tidak terbiasa. Untungnya Pak Dayat hanya tertawa seperti menertawakan anaknya yang sedang belajar tapi kesusahan.
Akhirnya setelah selesai kami istirahat sebentar. Aku dan Zacky, pergi ke rumah Bu Ceceu untuk meminta Katering selama kami ada di sini. Namun sedihnya saat kami ke sana, Bu Ceceu sedang tidak ada di rumah, katanya baru akan ada di malam hari. Ada anaknya sebenarnya, tapi dia kurang bisa membantu untuk membuat pesanan. Jadi kami di beri nomor orang yang sedang menemani Bu Ceceu, untuk di telfon. Namun saat di icoba tidak di angkat, jadi kami akan ke rumahnya Bu Ceceu di malam hari saat sudah kembali.
Setelah itu kami berkegiatan dengan Pak Anwar, beliau adalah salah satu RT di Gambung. Kami diajak ke tempat Peternakan Sapi-nya, kemudian di minta untuk memandikan sapi-sapi di sana. Awalnya aku kira itu hanya bercanda, namun saat datang ke tempat kami benar-benar di kasih lihat cara memandikannya, dan dicontohkan. Sebelum aku mencoba untuk memandikan sapi, diriku sangat menolaknya, karena bau, jorok, dan takut di tendang. Saat ku lihat dan dicontohkan, akhirnya akua da kemauan untuk memandikannya, karena terlihat asik, namun masih takut ke tendang. Saat percobaan pertama, aku masih ragu namun sudah menemukan asiknya. Saat melihat teman yang lain aki jadi makit tertarik lagi, dan akhirnya aku bisa memandikan sapi. Saat ku mandikan sapi yang sebelahnya malah menjilat bajuku, sebelum aku sadar, ku pikir aku kesenggol pembatas kendang. Namun saat ku lihat ternyata itu sapi yang di sebelahnya. Walaupun aku masih merasakan rasa jijik, dan takut, tapi aku sudah bisa menemukan asiknya memandikan sapi.
Itu adalah kegiatan ku hari ini, untuk hari pertama di Gambung aku sudah cukup kelelahan karena kegiatannya. Namun secara keseluruhan aku bisa dapat banyak manfaat baru. Dari informasi yang kudapat saat memandikan sapi dan menanam kapulaga, kemudian menambah relasi saat pergi ke rumah Bu Ceceu dan di perjalanan ke tempat peternakan sapi. Menurutku manfaat yang paling ku dapat adalah saat ke peternakan sapi. Disana aku bisa mengembangkan motoric ku, mental ku bertambah lebih baik, menambah relasi saat mengobrol di warung sambal minum susu sapi, dan dapat asiknya juga.