Sudah hampir dua tahun aku berada di KPB. Masaku berada di K11 pun tinggal 2 minggu lagi. Di awal tahun sering sekali aku menghitung waktu berapa lama lagi aku berada di KPB, dan itu terasa panjang saat dihitung. Namun ternyata saat hampir selesai, jika aku flashback rasanya waktu sangat cepat. sering kali aku dan teman-teman lain bicara "Ih, sebentar lagi". Jika diingat-ingat, kegiatan yang kami lalui selama di KPB sangat banyak. Saat semester 1 ada proyek mandiri, nyenack, dan proyek kertas. Di semester 2 ada Proyek Inovasi Kertas, Workshop Pembuatan Kertas Daur Ulang, dan Live In.
Dari semua proyek, aku merasa terus berkembang di setiap saat. Seperti di Proyek Inovasi Kertas, perkembanganku tidak begitu pesat di proyek ini. Namun aku merasa bermakna, karena aku bisa melakukan tugas yang aku kuasai. Dari menjadi admin dan pembuat kertas, aku bisa mengembangkan kedisiplinan diri dan cara berkomunikasi. Aku harus disiplin dengan jadwal posting di sosial media, dan pencetakan kertas. Jika tidak, mungkin kami akan lambat sampai ada produk jadinya dan tidak ada orang yang tahu kalau kami menjual produk. Kemudian aku bisa mengembangkan komunikasiku, dari menjawab para pemesan produk, membuat caption promosi di Instagram, Ririungan, dan Warung Smipa, serta bisa lebih percaya diri lagi jika ada keharusan untuk mengontak orang yang berkepentingan. Di Proyek Kertas ini juga tentu saja kreativitas, motorik halus, nalarnya pun terasah. Contohnya seperti saat mencari solusi dari masalah di proyek, membuat kertas dan pengemasannya, kemudian layout Instagram Story agar menarik.
Lalu di Proyek Workshop Kertas, aku pertama kalinya berkegiatan membuat proyek bersama satu KPB. Awalnya canggung dan malu untuk berpendapat. Tapi akhirnya sekarang aku bisa mengeluarkan pendapat lebih baik tanpa ragu lagi. Di proyek ini, aku banyak berpartisipasinya karena aku ingin proyek berjalan dengan lancar. Hal itu juga disebabkan karena aku yang menjadi ketuanya. Mungkin karena rasa tanggung jawabku meningkat jadi aku lebih terlihat muncul. Kesalahanku disini, aku masih mengambil tugas terlalu banyak langsung, saat teman-teman sulit untuk diajak kerjasama. Kemudian aku masih sulit percaya ke teman-teman yang lain, mungkin jika aku bisa membagi tugas dan mengajak teman-teman untuk bekerja lebih baik lagi, semua tugas akan sama rata dan perasaan puas di akhir kegiatan, semuanya bisa merasakan. Perkembanganku di proyek ini, ada di kepemimpinan. Awalnya aku tidak bisa jadi pemimpin, banyak ragu dan takutnya. Tapi karena aku ingin berkembang, jadi aku coba mengambil langkah besar untuk menjadi pemimpin yang bisa diandalkan. Aku pun akhirnya bisa puas dengan hasil kerja kerasku.
Lanjut di live in Gambung. Aku sangat puas dengan perkembanganku di Gambung, kekuranganku di semester dan tahun sebelumnya bisa tertutup dengan perkembanganku kali ini. Perkembangan yang kusadari ada di caraku berkomunikasi dan bersosialisasi. Contohnya saat mengontak orang yang berkaitan dengan kegiatan kami di Gambung, yang awalnya aku meminta tolong kakak dengan kalimatku, semakin kesini karena sudah tahu polanya jadi bisa mandiri. Kecuali dengan pertanyaan yang membingungkanku. Kemudian saat bersosialisasi dengan warga Gambung, sebelumnya kekuranganku ada di cara mendengarkan, biasanya hanya mendengarkan tanpa hadir full, akhirnya sekarang aku bisa mendengarkan dengan diri yang hadir di dalam percakapan tersebut. Contohnya saat aku mengobrol dengan adik Pak Anwar selama perjalanan ke kebun, kemudian saat workshop aku mengajak ngobrol anak-anak Gambung, dan setiap berkegiatan dengan Pak Dayat. Kemudian di proyek ini daya juang, tanggung jawab, kepemimpinan ku juga meningkat. Contohnya saat mengerjakan tugas dari warga Gambung, menuntaskan pekerjaan yang dilakukan, melaksanakan tugasku sebagai ketua, mengambil tugas sebelum yang lain ambil.
Kemudian diproses pembuatan buku. Aku sangat malas jika terlalu lama dan sering berdiam di tempat yang sama, rasanya gelisah. Namun di pembuatan buku ini ketahanan diriku diasah, aku bisa menyelesaikan tugasku di penulisan buku. Setiap menulis pasti aku bingung memilih kosa kata dan kalimat yang tepat, aku juga masih sulit runut. Tapi akhirnya aku menemukan cara untuk bisa runut dan nyambung, yaitu dengan bercerita menggunakan kata baku. Cara ini akhirnya membantuku setiap aku menulis, AES, laporan, proposal, refleksi, dan sebagainya.
Terakhir rutinitas harian, disini aku masih kurang konsisten. Terkadang aku masih lupa untuk melakukannya. Contoh saat mengisi list rutinitas harian di Whatsapp Grup, mengisi list pencetakan kertas, dan mengisi rutinitasnya. Sering kali hal ini terulang, aku telah mencari solusinya, mau itu dari membuat alarm pengingat, menempelkan di dinding, dan menulis di gawai. Sampai aku tahu masalahnya yaitu dari caraku yang selalu menunda-nunda, jadi solusinya hanya di jangan menunda-nunda dan lihat tulisan yang sudah ada agar tidak lupa.