Di hari magang keduaku, rasa gugupku mulai meredup. Tidak seheboh kemarin, isi kepalaku juga sudah lebih tenang, walau rasa takutnya tetap ada. Di hari ini, aku masih sama mengerjakan hal yang kemarin namun karena sudah bisa dan mengerti, jadi saat pengerjaan lebih cepat, lebih paham juga, dan sudah lebih terbiasa. Hari ini aku ditinggal oleh mentorku, karena beliau tidak hadir ke kantor. Aku rasa hari ini lebih ramai dari pada kemarin, lebih banyak anak mudanya, lebih banyak suara yang terdengar, dan serasa lebih sibuk. Atau mungkin, kejadian hari ini yang aku rasakan itu adalah yang seharusnya/yang biasa terjadi disini, hanya saja karena kemarin aku masih adaptasi dan terlalu fokus ke diriku jadi aku kurang memperhatikan lingkungan sekitar.
Aku pikir asik juga bekerja disini, tidak kaku seperti kantoran yang aku tahu, tidak terlalu formal, semua bebas mengungkapkan idenya, semuanya berwarna, dan bisa berekspresi. Hanya saja aku masih belum punya teman untuk aku ajak mengobrol. Atau mungkin aku harus pindah tempat duduk, ikut duduk bersama para anak magang lainnya, karena aku memilih duduk cukup pojok walau tempat lalul-lalang, dan ditempatku duduk lebih banyak orang yang lebih tua. Walau bapak yang duduk di sebelahku terasa cukup asik karena sering berbincang, dan bercanda denganku.
Sedihnya hari ini, tidak ada yang mengajakku istirahat dan makan bareng, seperti kemarin. Anak magang yang mengajakku istirahat bareng kemarin sedang tidak hadir. Kebanyakan anak magang lain hanya sebulan di sini, sampai akhir agustus.
Semoga di hari esok aku bisa ikut berbincang dan gaul bersama para anak mudanya, dan juga teman-teman ynag magang lainnya.