Melanjutkan AES ku yang ke 19, kadang kali nenek ku nyambung saat mengobrol, atau kadang nyeletuk satu kata dan itu nyambung. Tapi itu tidak lama, hanya satu kalimat saja, setelah ditanya kembali atau lanjut obrolan, sudah tidak nyambung lagi. Dulu sebelum separah ini, aku masih bisa ngobrol dengan nenek, dan nyambung. Walau kadang pertanyaan yang di lontarkan nenek diulang terus menerus.
Pada saat itu aku masih SD, aku menginap di rumah nenek. Tiap makan atau mandi pasti nenek ku bertanya “than udah makan belum?’’ , atau “than udah mandi belum?’’ . Jika hanya sekali dua kali aku masih bisa menjawabnya dengan biasa, tapi karena sudah alzeimer jadi bisa sampai 5 kali lebih nenek ku menanyakan hal yang sama dalam rentan waktu yang kurang dari 5 menit. Mungkin karena waktu itu aku masih kecil, masih SD, aku kesal dan tidak mau nginap di nenek lagi. Kadang kala juga yang membuat ku kesal dulu, adalah saat nenek ku salah menyebutkan nama, atau lupa siapa aku. Kadang aku di panggil sebagai pembantunya, atau kakak nya, dan lainnya. kalau di ingat lagi sebenarnya lucu kejadian dulu- dulu saat aku berkumpul bersama sepupu dan nenek terbalik memanggil nama kami.
Semakin sini, makin parah. Tidak hanya terbalik nama atau lupa saja, tapi jadi sering menyembunyikan barang orang lain. Jujur aku tidak tahu kenapa bisa seperti itu, menyembunyikan barang orang lain. Entah itu kunci mobil yang awalnya di simpan di atas meja, lalu dompet, jaket, dan lainnya. hampir 3 tahun aku jarang menginap di nenek lagi, hanya menjenguknya tiap libur lalu pulang lagi. Secara tidak sadar ternyata nenek ku semakin parah. Tidak bisa di tinggal sendiri dirumah, karena pernah tiba-tiba ada memar di jidat, lalu karena lupa jadi ngompol dimana saja, dan lainnya. jadi saja keluarga ku yang mengalah untuk pindah rumah jadi tinggal di rumah nenek.