AES15 2 Telinga 1 Mulut
novitadm13
Thursday March 2 2023, 11:43 AM
AES15 2 Telinga 1 Mulut

Manusia itu unik. Kita (Manusia) yang katanya sempurna : punya fisik yg sempurna, cara gerak yg paling ideal, dan memiliki akal pikiran. Lalu sering kali pertanyaan ini muncul, mengapa kita punya dua kaki, dua tangan, dua mata, dua telinga dan satu mulut? Tentunya ini bukan hal yang sia-sia jika kita berpikir dan mau menggali, ada hikmah yang tersirat di balik penciptaan-Nya.

Sebagai makhluk sosial, manusia tak akan mungkin bisa hidup sendiri. Ia membutuhkan orang lain untuk menjalani hidup. Kita berkomunikasi dengan banyak cara seperti berbicara secara lisan, mengungkap lewat tulisan, gambar, gerak tubuh, mimik wajah dan lainnya. 

Kembali ke pertanyaan sebelumnya, 'Kenapa kita punya dua telinga dan hanya punya satu mulut?' Kalau ditelaah lebih dalam, fungsi dari telinga untuk kita bisa mendengar. Mendengar berarti kita berhasil menang­kap suara/bunyi dan berbicara berarti kita yg mengeluarkan suara. Sedangkan salah satu fungsi dari mulut adalah mengeluarkan suara. Keduanya terlihat berlawanan dan pasti punya cara kerjanya masing-masing. Tapi yang jelas, dua telinga yg kita punya, bermakna kita harus lebih banyak mendengar dan kalau kita hanya punya satu mulut, berarti bicara kita harus lebih sedikit bicara.

Mendengar memang bukan hal mu­dah, tapi sering kali yang kita dengar sulit ditangkap, dicerna oleh akal dan hati. Istilahnya masuk kuping kiri dan keluar kuping kanan. 😆 Seperti saat dinasihati orangtua, kadang kita bisa menangkap pesannya kadang kita tak acuh dan membiarkan pesannya hanya singgah sebentar lalu menghilang dari ingatan. Terlebih saat relasi kita terjalin kurang baik. Sepertinya hanya ingin mendengar apa yang ingin kita dengar dan mengabaikan pesan-pesan lain yg sebenarnya penting atau inti dari pesan tersebut. Alih-alih mendengarkan dengan baik dan memahami apa yang orang lain sampaikan, terkadang kita juga banyak membicarakan hal-hal lain seperti menyangkal, membandingkan, menyela, bahkan sibuk dengan apa yg kita kerjakan. Ya, hal ini pula yang sulit terjadi, kita lebih suka berbicara daripada mendengarkan.

Kita pasti pernah mengalaminya. Saat bicara dengan teman-teman, bukannya didengarkan, mereka malah bicara satu sama lain. Tentu rasanya tak enak, merasa diabaikan begitu saja. Begitu pula saat orang lain bicara, kita harus belajar menghargai, dengarkan yang dibicara­kannya. Ketika orang lain bicara lalu kita diam mendengarkan, itu adalah sikap yang baik. Namun akan mengecewakan, ketika orang lain bicara, tapi kita diam, bukan untuk mendengarkan melainkan kita sibuk menunduk, fokus pada smart­phonenya. Ini fenomena yang sering terjadi di sekitarku dan sungguh menyebalkan.Ya, intinya sih harus bijak. Kita kan punya akal dan perasaan. Jangan sampai mengabaikan orang lain demi apa yang ingin kita raih. Ingin di dengar tapi sulit mendengar. Ingin diperhatikan tapi malah sibuk sendiri. Ingin dihargai tapi sulit menghargai walau hal kecil yang mungkin dianggap tidak penting.