AES 25 Selametan, Doa dan Harapan
novitadm13
Saturday August 29 2026, 3:59 AM
AES 25 Selametan, Doa dan Harapan

Tentang Selametan TP22, yang dimulai dengan upacara serta perayaan menyambut tahun pendidikan yang baru.

Acara Selametan menurutku selalu istimewa. Acara Selametan Awal Tahun Smipa tahun ini diikuti oleh kurang lebih 300-an orang (kakak, orangtua, anak-anak). Jumlah yang lebih banyak dari tahun lalu. Padahal, lokasinya cukup jauh dan jalur menuju ke lokasi pun sangat amat menantang.

Pada Selametan tahun ini ada hal yang berbeda. Kami tak membuat kelompok terlebih dulu sebelum hari H. Jadi kami baru terinformasi tentang kelompok saat registrasi di awal kedatangan. Setelahnya baru berkumpul di basecamp yang sudah ditentukan. Tak lama, ajakan untuk bersiap upacara disampaikan oleh Kak Dwi. Rasanya belum terlalu banyak keluarga yang hadir saat upacara akan dimulai. Upacara pun berlangsung dengan khidmat. Hati sungguh terenyuh ketika lagu Syukur dinyanyikan. Tak terasa air mata pun mulai menetes.

Rangkaian kegiatan pun dimulai dengan saling berkumpul di kelompok untuk berbagi tugas. Kali ini, perdana keluarga kami memilih untuk bergabung dengan tim hiking. Ternyata sangat seru! Jalurnya aman tapi lumayan menantang. Di beberapa jalur terasa sangat panas dan gersang, di jalur lainnya mata sangat dimanjakan dengan pemandangan yang indah. Langkah demi langkah melewati jalur sambil berbincang santai, anak tangga yang kami lalui saling beriringan seraya menyapa para ibu yang sedang berkebun. Salut untuk teman-teman kecil yang turut dalam rombongan hiking kali ini. Permainan di pos pun sangat seru. Di pos akhir, kami diajak meresapi kembali dan merefleksikan apa yang kami alami sepanjang perjalanan hiking. Lalu perjalanan pun dilanjutkan menuju basecamp yang ternyata sudah bersiap menuju prosesi akhir. Beristirahat sebentar sambil berbincang kesan dan pengalaman bermain dan hiking dengan anggota kelompok.

Tibalah di prosesi akhir dari Selametan ini. Rangkaian prosesi ditengah teriknya sinar matahari pun terasa sangat berkesan. Dimulai dari simbol bintang yang dipenuhi bahan alam yang ditemui sepanjang perjalanan hiking, ditambahkan lapisan dalam bintang yang terisi dengan tanah yang dibawa dari beberapa perwakilan keluarga, bambu yang dibawa oleh anak-anak untuk siap bertumbuh serta air dalam kendi yang penuh cerita dibawa Mas Imam dan KaK Robert dengan langkah yang perlahan kemudian dituangkan mengalir kedalam tanah. Alunan kecapi suling dan rajah yang dibacakan Kak Rizal menjadi penutup. Mengamini untaian doa baik yang dipanjatkan. Semoga menjadi semangat, harapan, serta keyakinan hati untuk kita bersama menapaki segala kisah di TP22 ini.

Terima kasih Semi Palar yang selalu jadi rumah bertumbuh untuk segala yang ada di dalamnya.