107 Ten
reginamirdan
Sunday June 2 2024, 5:23 PM
107 Ten

Selepas evaluasi harian, biasanya kami mandi dan beristirahat. Sebelum tidur, aku menyampatkan sedikit waktu untuk melihat bintang-bintang yang bertaburan.

Tidak kusangka tiba-tiba ada sepeda motor yang melaku ke arahku dan menyapa. Dari kejauhan ia bilang sekedar mau lihat-lihat. Tak lama dua orang turun dari motor itu menghampiriku, perasaanku aga khawatir saat itu karena di Bandung jarang sekali didekati tiba-tiba oleh orang yang tidak dikenal. Kalau pun ada pasti adalah orang yang mau meminta sumbangan. 

Mereka menghampiri dan menceritakan sedikit backgroundnya, bahwa mereka adalah alumni dari unika (tempat learning center berada). Setelah menceritakan sedikit tentang tujuannya, aku langsung menghubungi flavi yang saat itu ada di ruang tidur. Karena rasanya obrolan seperti ini akan menarik bagi teman-teman saat menjelajah pun sebagai persiapan kalo memang orang itu berniat jahat, aku tidak sendirian. 

Akhirnya 3 orang lain datang dan akhirnya kita mengobrol bersama, tak lama disusul oleh yanuar yang baru keluar dari kamar mandi. Banyak sekali hal yang diceritakan oleh orang tak dikenal itu, mulai dari sejarah unika, pasola, parang Sumba dan lain hal nya. Oh iya di akhir dia memperkenalkan diri sebagai “Ten” kepanjangan dari “Marten”. 

Sungguh tidak terduga di tengah malam, kami mendapatkan tamu yang memberikan banyak sekali cerita. Cerita yang belum atau sungkan kami tanyakan pada orang-orang Sumba yang sudah bertemu sebelumnya. Salah satu hal yang paling menarik dari cerita kak Ten ialah tentang bagaimana kerasnya sekolah di Sumba. 

Inilah hal unik dari penjelejahan, hal-hal tidak terduga selalu memberikan makna berbeda. Siapa sangka, kami di hadiahkan seseorang yang membawa cerita dari Sumba, bahkan tanpa kami cari mereka datang sendiri. 

You May Also Like