unsplash.com
Keserakahan merupakan suatu sifat buruk dari manusia, hasrat serta nafsu yang tidak terkendali, akan menyebabkan kerugian bagi pihak lain. Keserakahan adalah bukti bahwasannya manusia bisa melakukan apa saja untuk mencapai keinginannya, dan tindakan destruktif bisa menjadi hal yang paling tidak diinginkan. Materi (kekayaan) dan jabatan/kewenangan cenderung membuat seseorang buta akan perbuatannya, menghalalkan segala cara untuk memenuhi
keinginannya, hal tersebut menjadi indikator bahwa semakin tinggi tingkat keserakahan seseorang maka semakin tinggi pula potensi untuk melakukan penipuan, (Dewani & Chairi, 2015). Penipuan-penipuan akan dilakukan dengan kesadaran penuh, janji-janji manis di awal akan hilang dan menjadi bias. Kekuasaan (power) menjadi salah satu faktor utama dalam menstimulus sifat keserakahan dari manusia, hasrat yang tidak berkesudahan, dan haus akan kekuasaan adalah hal yang paling keji menurut saya. Saya juga mungkin bisa bertindak demikian apabila diberikan kekuasaan, tidak tahu juga, tetapi yang pasti kita sebagai manusia memiliki kesadaran untuk mengendalikan hasrat tersebut. Kendali diri menjadi kunci untuk menjadi manusia yang seutuhnya.
Keserakahan Membawa Petaka
Maka dampak apa saja yang bisa terjadi apabila adanya keserakahan dalam sifat manusia?. Petaka akan menjadi hal yang terus terjadi, mengkonversi kekayaan alam menjadi kekayaan pribadi, mengkonversi tangis manusia lain menjadi tawa mereka yang serakah, serta mengkonversi hal-hal yang lainnya yang membawa petaka. Tidak ada hal yang benar dalam keserakahan, keserakahan hanya akan membawa pada petaka yang tidak berkesudahan.
Dampak Keserakahan Pada Ekosistem Lingkungan
Sekarang kita bisa mengetahui dengan jelas, contoh kasus keserakahan dari manusia. Aktivitas tambang nikel di Raja Amapt contohnya. Kita telah mengetahui bagaimana keindahan dari Raja Ampat, dan bisa menjadi ekosistem bagi makhluk hidup disana, bahkan bisa mendukung perekenomian bagi warga setempat. Namun namanya manusia yang penuh dengan keserakahan, maka manusia-manusia itu ingin merusak alam agar bisa menggantikannya dengan saldo uang di kantong mereka. Mungkin bagi mereka, tidak menjadi masalah bila merugikan orang lain, yang penting keserakahan mereka terpenuhi dan merasa puas."Oh tidak masalah, biarkan saja kita rusak, agar kita bisa bahagia" kata mereka. Unik sekali bukan? manusia sangatlah makhluk yang indah dengan segala tindak kejinya, lahir hanya untuk merusak alam yang ada, bahkan saya sendiri iri dengan manusia seperti itu, kenapa iri? karena mereka bisa mengeluarkan potensi kekejiannya sampai pada tingkat dimana iblis pun malu. Bagi manusia yang tidak bisa mengeluarkan potensi kekejian macam itu, maka hanya akan tersingkirkan atau bahkan tidak dianggap sama sekali. Semoga di masa depan mereka bisa mengisi perut mereka dengan saldo-saldo itu, nutrisi mereka mata uang, protein mereka laba, racun di tubuh mereka keadilan.
Lelah. Semoga lekas membaik Indonesiaku.