Tepat pada beberapa minggu lalu, saya bersama seluruh kelas diingatkan akan ada sebuah kegiatan berkomunitas di luar lingkungan Semi Palar, ekspektasi saya sendiri adalah ikut berpartisipasi dalam webinar ini, berkegiatan “online” bersama anggota komunitas lainnya, bisa dibilang perkiraan saya itu lebih interaktif dan luas, tidak hanya ada sesi termasuk sesi tanya jawab, kegiatan webinar ini, menurut saya kurang menarik perhatian saya sendiri, tepat sebelum mengikuti kegiatan webinarnya sendiri, tetapi setelah mendengar beberapa berita dari kakak-kakak dan beberapa poster yang ditampilkan oleh komunitasnya, saya mengira topiknya adalah membahas cara tersebarnya Covid-19 melalui gigi, karena perkiraan ini, rasa tarik saya dengan topik pembahasan Gigi Id lebih meningkat, karena saya mengharapkan sesi pembahasan dan sesi diskusi yang panjang dari komunitasnya sendiri.
Mengikuti sesi webinar hari ini memberikan cukup banyak pelajaran baru terkait menjaga kesehatan gigi, dari cara untuk merawatnya hingga berbagai jenis penyakit yang ada, tetapi secara topik utamanya, yang dibahas berturut-turut adalah media “online” untuk melakukan pengecekan gigi selama masa pandemik. Beberapanya yang saya dengar bahwa metode ini sudah ada sejak tahun 2019, bertujuan untuk membantu orang-orang yang mau mengecek kesehatan dan kondisi gigi bagi yang tinggal di tempat yang tidak memiliki akses cepat ke dokter gigi. Tetapi setelah mendengar penjelasannya, ditemukan juga bahwa metode ini dipilih untuk masa pandemi juga, karena metodenya yang efektif dan mudah diakses orang-orang, terutamanya pada masa pandemi Covid-19, yang membuat akses ke dokter gigi menjadi lebih terbatas, karena resiko terpaparnya Covid-19 di luar rumah. Di luar metode ini, saya belajar bahwa terdapat beberapa jenis kondisi dan masalah di gigi, contohnya seperti penyakit gusi, gigi berlubang, bau mulut, sariawan, erosi gigi, kanker mulut, sakit gigi yang “emergency”, gigi sensitif dan kebutuhan astetik dalam mempunyai gigi yang bersih dan sehat.
Dari semua contoh penyakit yang saya dengarkan, webinar ini lebih terfokuskan dalam mengatasi beberapa masalah yang paling umum terlebih dahulu, dan bisa dialami oleh siapa saja. Terdapat 3 bagian, masalah di gigi, di bagian gusi, dan kehilangan gigi, disebutkan juga bahwa ini sering dibahas karena sangat berdampak untuk berbagai poin, dari fungsi giginya, dari berbicara, mengunyah, rasa sakit, aspek sosial dan psikologis, dari beberapa yang disebutkan, paling menarik bagi saya adalah topik terkait berbicara, karena saya merasa seringkali sulit dan berbelit saat berbicara, contohnya dengan gigi yang saya miliki, terdapat satunya yang bengkok ke belakang, berbeda dengan gigi lainnya yang posisinya teratur dan sejajar, ketidaknyamanan ini membuat saya aneh, karena semua gigi yang ada di mulut saya seakan tidak mengenai gigi lainnya, dan menjadi halangan besar saat saya membersihkan gigi saya sendiri.
Kegiatan yang saya ikuti kali ini, bisa dibilang secara realitanya cukup mengecewakan, karena saya menunggu bahasan yang lebih dalam, contohnya seperti yang saya sebut, membahas cara tersebarnya Covid-19 melalui gigi dan cara mencegahnya. Sayangnya saat memulai dan menonton acara webinar ini, saya juga diminta untuk mengecek gigi saya melalui aplikasi yang mereka berikan, berita buruknya, saya tidak dapat meregistrasi aplikasinya, maka kesempatan untuk mengecek kondisi gigi hangus dari harapan saya. Karena itu, saya tidak paham atau penasaran dengan beberapa topik yang diberikan dari komunitas, demikian sesi tanya jawab tidak saya pergunakan, ditambah karena adanya perubahan topik untuk bahasan webinarnya. Kesimpulannya, meski ada yang mengecewakan, saya belajar bahwa “miss alignment” di gigi dapat mengganggu kelancaran saat berbicara, ditambah mengenal bahwa menjaga gigi adalah sebuah hal yang penting, karena termasuk gerbang masuk bagi berbagai jenis penyakit dan masalah kesehatan.